Arab Saudi Bakal Deportasi Ekspatriat Gunakan Cap Haji Palsu

okezone | Muslim | Published at 13/07/2021 09:16
Arab Saudi Bakal Deportasi Ekspatriat Gunakan Cap Haji Palsu

RIYADH - Arab Saudi bakal mendeportasi ekspatriat yang menggunkan cap haji palsu dan tidak akan diizinkan kembali ke Arab Saudi selama 10 tahun. Hukum yang menetapkan bahwa seorang ekspatriat yang dideportasi akan diizinkan masuk kembali ke Saudi hanya untuk haji dan umrah dan bukan untuk bekerja akan berlaku untuknya.

Hal ini ditegaskan oleh Direktorat Jenderal Paspor atau Jawazat. Direktorat ini juga telah memperingatkan bahwa siapa pun yang kedapatan mengangkut jemaah haji tanpa izin haji akan diganjar dengan hukuman penjara enam bulan dan denda 50.000 Riyal Saudi.

Melansir Saudigazette pada Selasa (13/7/2021) disebutkan sanksi juga termasuk mempublikasikan nama pelanggar di media lokal selain penyitaan alat transportasi. Hukuman akan berlipat ganda jika ada lebih dari satu jemaah yang disediakan fasilitas transportasi.

Jawazat juga mengatakan bahwa jika ada ekspatriat yang tertangkap menggunakan cap haji palsu tanpa mendapatkan izin resmi akan dideportasi dan tidak akan diizinkan kembali ke Kerajaan selama 10 tahun. Hukum yang menetapkan bahwa seorang ekspatriat yang dideportasi akan diizinkan masuk kembali ke Kerajaan hanya untuk haji dan umrah dan bukan untuk bekerja akan berlaku untuknya.

Sebuah sumber resmi di Kementerian Dalam Negeri telah mengungkapkan baru-baru ini bahwa denda sebesar 10.000 Riyal Saudi akan dikenakan pada mereka yang memasuki Masjidil Haram dan Area Haram Pusat di Mekah serta tempat-tempat suci Mina, Muzdalifah dan Arafat tanpa haji izin.

Hukuman akan berlipat ganda jika pelanggaran diulang, kata kementerian sambil menambahkan bahwa ini adalah bagian dari tindakan hukuman terhadap pelanggar protokol pencegahan untuk membendung penyebaran pandemi virus corona selama haji mendatang. Larangan masuk ke tempat-tempat suci tanpa izin haji mulai berlaku mulai 5 Juli, 13 hari sebelum ziarah tahunan, yang akan dimulai pada 18 Juli.

Aparat keamanan akan melaksanakan tugasnya di sepanjang jalan, posko-posko pemeriksaan, serta di lokasi dan koridor yang mengarah ke kawasan pusat di sekitar Masjidil Haram untuk mencegah upaya pelanggaran aturan yang dikeluarkan dalam hal ini, sebut Kementerian.

Artikel Asli