Patah Hati Setelah Hijrah

Muslim | okezone | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 13:49
Patah Hati Setelah Hijrah

HIJRAH adalah istilah yang cukup sering diperbincangkan akhir-akhir ini. Banyak anak muda yang akhirnya memiliki kesadaran lebih tentang Islam dan mencoba mempromosikan gerakan hijrah.

Dalam konteks modern saat ini, hijrah dipahami sebagai upaya untuk mengubah sudut pandang dengan semangat ke-Islam-an yang baru. Lantas, bagaimana sih cara agar kita selalu istiqomah dalam menjalani hijrah, bahkan setelah patah hati sekalipun?

Di Dai Muda RCTI+ bersama Hafidzul Ahkam ngobrol seru dan santai tentang "Patah Hati Setelah Hijrah". Penasaran?

Segala bentuk kebaikan dan ibadah memang harus dilakukan dengan istiqomah. Karena ketika kamu memiliki niat yang lurus dan hanya mengharapkan ridha Allah Subhanahu wa ta'ala, maka itu akan memudahkan menjalankan ibadah.

Namun, bagaimana caranya agar kamu tetap bisa hijrah dengan istiqomah, tidak terputus-putus, bahkan ketika kamu sedang mengalami putus atas atau putus cinta sekalipun?

Dai muda Hafidzul Ahkam. (Foto: RCTIplus)

Menurut Ahkam, jadikanlah hijrah kita sebagai kebutuhan, jangan jadikan itu sebagai kewajiban. Karena jika hijrah adalah kewajiban, itu akan memberatkan kita ketika menjalaninya.

"Umpamakanlah hijrahmu itu seperti jatah makanmu setiap hari. Kalau kamu enggak makan, kamu akan lapar. Apa pun yang terjadi, mau kamu sedih ataupun senang, kamu pasti akan tetap makan setiap hari. Begitu juga dengan hijrah. Sedang bahagia atau putus cinta, kamu harus tetap istiqomah," jelasnya.

Karena sesungguhnya yang menyembuhkan hati kita adalah bagaimana kita menyelesaikan masalah tersebut. Bukan dengan cara putus asa dan memutuskan hubungan dengan Tuhan.

Setelah kita sudah memiliki pemikiran tentang "hijrah adalah sebuah kebutuhan", hijrah yang kita lakukan perlahan-lahan mengubah keburukkan kita sedikit demi sedikit, itu tidak akan lagi terasa berat, bahkan ketika kita sedang terguncang sekalipun. Karena itu adalah sebuah kebutuhan.

Lalu, bagaimana jika kita belum bisa memiliki pemikiran seperti itu? Jawaban simple-nya adalah kembali pada niat masing-masing individu.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits, "Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak diraih atau karena wanita yang hendak dinikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya." (HR Bukhari dan Muslim dari 'Umar bin Khoththob Radhiallahu Anhu).

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam juga mengingatkan kepada hambanya agar hari ini selalu dilakukan lebih baik dari kemarin. Namun harus disadari, selalu ada tantangan dan cobaan dalam kehidupan.

Penasaran dengan hijrah yang sebenarnya itu seperti apa sih? Nonton streaming arti hijrah Patah Hati Setelah Hijrah Dai Muda eksklusif hanya di RCTI+. Download aplikasi RCTI+ di Play Store dan App Store untuk bisa menikmati banyak konten seru lainnya.

Artikel Asli