Sejarah Perjalanan Haji Indonesia, Belanda Kerahkan 3 Perusahaan Pelayaran Angkut Jamaah

Muslim | okezone | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 09:14
Sejarah Perjalanan Haji Indonesia, Belanda Kerahkan 3 Perusahaan Pelayaran Angkut Jamaah

IBADAH Haji 2021 dilaksanakan dengan jumlah jamaah terbatas yakni sekitar 60.000 orang yang berasal dari dalam negeri Arab Saudi. Pelaksanaan rukun Islam kelima ini digelar otoritas Arab Saudi dengan aturan yang sangat ketat untuk menekan penyebaran dan penularan Covid-19.

Sebelum pandemi Covid-19, Indonesia menjadi negara yang paling banyak mendapat kuota jamaah. Di masa sekarang, jamaah berangkat ke Tanah Suci jauh lebih mudah karena menggunakan pesawat terbang dan hanya membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 8-9 jam.

Tapi, zaman dulu untuk sampai ke Makkah, jamaah dari nusantara harus menempuh waktu berbulan-bulan.

Dikutip dari beberapa sumber, mulanya pada abad ke-16 ketika kerja sama dengan Arab semakin marak. Ini ditandai dengan adanya para ulama Nusantara ikut pelayaran menjelajahi Asia Barat. Saat 1562 armada dari Aceh mulai berlayar ke Jeddah untuk berdagang.

Pada saat itu juga Indonesia (kecuali Aceh) mulai dijajah Belanda, dan para calon jamaah haji pun semakin bertambah. Pemerintahan Belanda pun ikut serta dalam memberangkatkan mereka yang akan ke Tanah Suci.

Namun mereka mengurangi jumlah kuota calon jamaah, karena dikhawatirkan akan terjadinya pemberontakan yang muncul antara Belanda dan jamaah.

Pada abad ke 18, pemberangkatan jamaah haji menggunakan kapal laut makin marak. Puluhan ribu jamaah diberangkatkan dengan menggunakan kapal-kapal besar. Waktu yang dibutuhkan agar sampai ke Makkah adalah lebih dari satu bulan.

Pada saat itu Nederland, Rotterdamsche dan Blue Funnel Line merupakan tiga perusahaan jasa pelayaran yang mengangkut jemaah haji dari Indonesia.

Artikel Asli