Bolehkah Mengirim Gambar Makanan dan Minuman pada Orang Berpuasa?

sindonews | Muslim | Published at 07/05/2021 11:41
Bolehkah Mengirim Gambar Makanan dan Minuman pada Orang Berpuasa?

Pengaruh media sosial (medsos) saat ini sudah masuk ke semua lini kehidupan , termasuk dalam hal ibadah. Tausiyah, berbagi pesan dakwah, sampai urusan makanan pun bisa dilakukan melalui medsos.

Nah, pada saat berpuasa seperti sekarang ini, tidak sedikit di antara kita yang sering mengirimkan gambar makanan dan minuman yang menggoda kepada mereka yang sedang berpuasa. Sekadar pemberitahuan atau bercanda untuk menggoda. Bolehkan melakukan hal itu? Bagaimana pula hukumnya?

Seperti kita ketahui, jika saat berpuasa setiap umat islam dilarang makan dan minum di siang hari. Kita juga dilarang untuk mengikuti hawa nafsu, yang bisa membatalkan puasa kita.

Dalam sebuh hadis yang telah meriwayatkan dari Abu Hurairah. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: الصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَأَكْلَهُ وَشُرْبَهُ مِنْ أَجْلِي

"Allah azza wa jalla berfirman: "Puasa itu adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya, ia meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya karena Aku."(HR Bukhari dan Muslim)

Dikutip dari Islamqa, makna dari hadis ini ini adalah haram hukumnya melakukan perbuatan yang melawan syariat. Ini termasuk mengirimkan gambar makanan dan minuman kepada orang yang berpuasa, agar memiliki niat untuk berbuka meskipun belum waktunya.

Ini adalah salah satu perbuatan iblis, yang akan menghalangi umat manusia dari beribadah kepada Allah Azza wa Jalla. Sebagaimana firman Allah Ta'ala :

وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ

"....Dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk." (QS. An Naml: 24)

Oleh sebab itu, meskipun kita bermaksud bercanda akan lebih baik dihindari menggoda muslim lainnya dari perbuatan tersebut. Kita tidak tahu, apakah seseorang yang sedang berpuasa imannya lemah atau kuat.

Wallahu a'lam

Artikel Asli