Apakah Tidurnya Orang Berpuasa Benar-Benar Berpahala?

Muslim | okezone | Published at Kamis, 22 April 2021 - 05:01
Apakah Tidurnya Orang Berpuasa Benar-Benar Berpahala?

JAKARTA - Ketika bulan Ramadhan , hampir setiap tahunnya selalu ada perbincangan mengenai sebuah hadits yang cukup terkenal, yakni hadits yang menceritakan tentang tidurnya orang berpuasa adalah sebuah ibadah. Berikut bunyi hadits tersebut:

xe2x80x9cTidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampunixe2x80x9d (HR Baihaqi).

Memang ketika sedang berpuasa tubuh akan terasa lebih lemas dari hari biasanya. Hal ini dikarenakan tidak adanya asupan makanan serta minuman yang cukup bagi tubuh. Tak sedikit untuk mengatasi hal itu,a banyak umat muslim yang memilih untuk tidur. Namun hal ini sering sekali disalah artikan oleh sebagian masyarakat dengan lebih memilih bermalas-malasan selama menjalani ibadah puasa Ramadhan.

Memang, orang yang menghabiskan waktu berpuasanya dengan tidur sepanjang hari tidak membatalkan puasa. Namun sangatlah merugi, apabila seseorang muslim hanya menghabiskan harinya dengan tidur di bulan yang penuh dengan keberkahan ini.

Menghabiskan waktu berpuasa dengan hanya tidur, akan menurunkan kadar nilai pahala yang akan didapatkan. Orang yang menghabiskan waktu berpuasanya dengan hanya tertidur akan terasa sia-sia puasanya, karena mereka hanya akan mendapatkan rasa haus dan lapar saja. Hal ini juga tertuang dalam sebuah hadits:

Dari Abu Hurairah ia berkata, "Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Berapa

banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahalanya selain lapar, dan berapa banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan selain begadang." (HR. Ahmad).

Lalu bagaimana sebenarnya maksud dari tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah? Apakah terdapat sebuah ketentuan khusus untuk menggapai keutamaan ini?

Ya, tidur memang erat hubungannya dengan hal negatif. Sebab berkaitan dengan kegiatan yang bermalas-malasan. Namun, jika dilihat dari kacamata pandang yang lainnya, tidur juga dapat bernilai sebagai sebuah hal yang positif, jika memang digunakan untuk mempersiapkan hal-hal yang bermanfaat, seperti untuk mempersiapkan fisik dalam menjalankan ibadah.

'
Artikel Asli