Loading...
Loading…
KPK Setor Uang Denda Rp 500 Juta Para Terpidana Korupsi

KPK Setor Uang Denda Rp 500 Juta Para Terpidana Korupsi

Kriminal | jawapos | Jumat, 05 Maret 2021 - 16:05

JawaPos.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetorkan uang denda dari terpidana Karunia Alexander Muskitta dengan nilai total Rp 50 juta. Penyetoran dilakukan sebagai komitmen untuk tetap memberikan pemasukan bagi negara dari aset recovery tindak pidana korupsi dan TPPU yang ditangani lembaga antirasuah.

Karunia Alexander Muskitta merupakan terpidana kasus dugaan suap proyek pengadaan barang di PT Krakatau Steel (Persero). Alexander melakukan tindak pidana bersama-sama dengan Mantan Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel (Persero), Wisnu Kuncoro. Dia divonis pidana penjara selama dua tahun dan denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan.

Selasa (2/3/2021) jaksa eksekusi KPK Andry Prihandono telah melakukan penyetoran ke kas uang pembayaran denda terpidana Karunia Alexander Muskitta sejumlah Rp 50.000.000 berdasarkan putusan PN Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor : 79/Pid.Sus/TPK/2019/PN.Jkt.Pst tanggal 11 November 2019, kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (5/3).

Selain itu telah disetorkan pembayaran denda dan uang pengganti ke kas negara oleh terpidana lainnya yakni Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi, Radian Azhar. Radian sendiri telah dihukum 1,5 tahun penjara karena dinilai terbukti bersalah menyuap Wahid Husen selaku Kepala Lapas Sukamiskin.

Pembayaran denda terpidana Radian Azhar sejumlah Rp 50.000.000 berdasarkan putusan PN Tipikor pada PN Bandung Nomor : 32/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Bdg tanggal 23 September 2020, ucap Ali.

KPK juga menyetorkan pembayaran denda terpidana M. Indung Andriani K sejumlah Rp 200.000.000 berdasarkan putusan MA Nomor : 1744/Pid.Sus/2020 tanggal 14 Juli 2020. Indung merupakan prantara suap untuk politikus Golkar Bowo Sidik Pangarso. Indung divonis dua tahun penjara ditambah denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.

Lalu disetorkan juga cicilan uang pengganti terpidana Ahmad Yani sejumlah Rp 100.000.000 berdasarkan putusan MA RI Nomor : 256/Pid.Sus/2021 tanggal 26 Januari 2021.

Baca Juga: Anak Muda Demokrat Sebut Jhoni Tinggal di Planet Mars

Ahmad Yani merupakan mantan Bupati Muara Enim yang dinilai bersalah dan terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi di Kabupaten Muaraenim, Sumsel. Dia divonis pidana lima tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan.

Selain itu, KPK juga menyetorkan cicilan uang pengganti terpidana mantan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Muara Enim, Ramlan Suryadi.

Ramlan terbukti menerima suap Rp 1,1 miliar terkait penerimaan fee proyek 16 paket pengerjaan jalan yang menjerat mantan Bupati Muara Enim, Ahmad Yani.Atas ulahnya Ramlan Suryadi divonis empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

Cicilan uang pengganti terpidana Ramlan Suryadi sejumlah Rp302.675.000,00 berdasarkan putusan PN Tipikor pada PN Palembang Nomor : 18/Pid.Sus- TPK/2020/PN.Plg tanggal 19 Januari 2021, tandas Ali.

Original Source