Loading...
Loading…
Haikal Hassan Berencana Laporkan Balik Pelapornya ke Polisi

Haikal Hassan Berencana Laporkan Balik Pelapornya ke Polisi

Kriminal | jawapos | Senin, 28 Desember 2020 - 22:15

JawaPos.com Sekretaris Jenderal Habib Rizieq Shihab Center (HRSC) Haikal Hassan telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya terkait kasus mimpi bertemu Nabi Muhammad SAW. Haikal dicecar sekitar 20 pertanyaan oleh penyidik.

Tim kuasa hukum Haikal, Tonin Singarimbun menyesalkan pelaporan terhadap kliennya. Karena itu, dia berencana melaporkan balik orang yang mempolisikan Haikal Hassan.

Kami akan lapor balik dengan Pasal 35, (hukuman) 12 tahun dengan Rp 12 miliar, kata Tonin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (28/12).

Haikal dilaporkan oleh Sekretaris Jenderal Forum Pejuang Islam (FPI) Husin Shihab ke Polda Metro Jaya. Dia menilai, terdapat kejanggalan dalam proses laporan Husin ke polisi.

Menurutnya Husin melaporkan sebuah video yang tidak utuh. Terlebih dalam video yang dilaporkan dinilai tidak ada unsur kesalahan atau aturan yang dilanggar.

Bayangkan sesuatu yang dipotong-potong dilaporkan ke polisi, diterima, diproses. Mau jadi apa negara kita ini, lalu tahu-tahu ITE. ITE nggak begitu, sesal Tonin.

Tonin menyebut, Husin telah mengedit video pernyataan kliennya yang dijadikan barang bukti kelengkapan laporannya.Karena itu, atas tudingan itu pihaknya berencana membuat laporan balik ke polisi.

Baca Juga :
Begini Rekayasa Lalu Lintas saat Pembukaan Asian Para Games 2018

Karena dia ubah-ubah bentuk laporannya. UU ITE mengatakan barang siapa mengubah barang bukti berupa elektronik itu kena. Karena dia ubah sama dia karena fullnya bukan seperti itu, tegas Tonin.

Seperti diketahui, Ustaz Haikal Hassan dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Haikal dipolisikan atas dugaan menyebar berita bohong karena mengatakan bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW.

Laporan polisi itu tertuang pada nomor bukti laporan polisi TBL/7433/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ. Pelapor dalam laporan polisi ini yakni Sekretaris Jenderal Forum Pejuang Islam alias FPI, Husin Shihab.

Untuk pasal yang dilaporkan yaitu Pasal 28 ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 156 huruf A KUHP dan atau Pasal 14-15 UU nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana. Pasal tersebut berkaitan dengan tindak pidana menyebarkan berita bohong menyebabkan keonaran dan rasa kebencian.

Original Source

Topik Menarik