Loading...
Loading…
Hendak Cari Sahur, Anak DPRD jadi Korban Klitih, Tewas Disabet Gir

Hendak Cari Sahur, Anak DPRD jadi Korban Klitih, Tewas Disabet Gir

Kriminal | jawapos | Selasa, 05 April 2022 - 07:48

JawaPos.com Malang nian nasib Daffa Adzin Albazith. Siswa kelas XI IPS 3 SMA Muhammadiyah 2 Jogjakarta ini, meregang nyawa karena diduga disabet dengan gir, oleh geng klitih (kejahatan jalanan). Hal ini terjadi saat korban hendak mencari makan untuk santap sahur di Jalan Gedongkuning, Kotagede, Kota Jogja Minggu (3/4 dini hari.

Terkait kasus ini, Kepala SMA Muhammadiyah 2 Jogja Slamet Purwo, Menjelaskan jika kejadian ini berawal saat korban Daffa Adzin Albazith bersama temannya Daffa Saputra sedang mencari santap sahur. Tiba tiba kendaraan yang mereka tumpangi dicegat orang tak dikenal.

Anak-anak kami akan mencari makan sahur, kemudian dibuntuti oleh 2 motor, 1 motor 3 orang satu lagi 2 orang. Di spion melihat ada motor buntuti lalu mencari selamat akhirnya menyebar, jelasnya ditemui di SMA Muhammadiyah 2 Jogja, Senin (4/4) dikutip dari Radar Jogja.

Usai membuntuti, satu kendaraan langsung berhenti di depan kendaraan korban. Saat lengah inilah pelaku lain menyerang dari arah belakang. Tepatnya dengan sabetan gir yang mengenai kepala Daffa Adzin Albazith pada sisi belakang.

Karena terluka, korban pun dibawa oleh teman dan warga sekitar ke RSPAU Hardjolukito. Berdasarkan catatan medis, korban Daffa Adzin Albazith mendapatkan luka berat. Sabetan gir menyebabkan kepala bagian belakang luka robek.

Baca Juga :
Anak Eks Ketua KPU Nias Utara Ternyata Dibunuh Mahasiswa yang Juga Tetangganya

Daffa yang bonceng kena sabetan benda tajam kita perkirakan semacam gir. Kena kepala belakang. Tidak kenal dengan pelakunya, katanya.

Sementara korban yang selamat, lanjutnya, langsung menghubungi pihak sekolah. Selanjutnya, sekolag langsung menghubungi orangtua Daffa Adzin Albazith di Kebumen, Jawa Tengah. Untuk kemudian bersama-sama menuju RSPAU Hardjolukito.

Sayangnya nyawa remaja berusia 17 tahun ini tak tertolong. Dokter RSPAU Hardjolukito menyatakan Daffa Adzin Albazith meninggal dunia sekitar 09.30 WIB. Penyebab utama adalah pendarahan luka robek kepala bagian belakang.

Kami dengan orangtua komunikasi berkoordinasi, setelah selesai dikafani, disholatkan dan jenasah dibawa ke Kebumen untuk dimakamkan. Kami mengiringi, perwakilan siswa dan guru, tendik mengiringi hingga Kebumen, ujarnya.

Kejadian ini membuat miris. Musababnya, korban sebenarnya akan pulang kampung. Ini karena proses belajar mengajar di SMA Muhammadiyah 2 Jogja berlangsung secara jarak jauh, menyusul siswa Kelas XII akan menjalani ujian. Sehingga sementara siswa kelas X dan XI belajar di rumah.

Baca Juga :
Gadis Badui Diperkosa dan Dibunuh, Polres Lebak: Ada Golok yang Hilang dari TKP

Baik korban maupun pembonceng hanyalah siswa luar daerah. Korban Daffa Adzin Albazith berasal dari Kebumen Jawa Tengah. Sementara Daffa Saputra berasal dari Bandar Lampung.

Istilahnya sahur, ada yang anak-anak pingin sahur di luar, karena besok mau pulang. Kelas XII ujiannya di sekolah maka kelas X dan XII online. Mereka berdua ini kos di belakang jalan Kusumanegara, katanya.

Dalam keseharian, korban Daffa Adzin Albazith tergolong aktif dalam keorganisasian. Tercatat sebagai anggota aktif Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Belum lama ini juga menjadi panitia pentas seni di SMA Muhammadiyah 2 Jogja.

Iya aktif di IPM, kalau sekolah istilahnya OSIS. Lalu juga kemarin ini panitia pentas seni. Baru tayang akhir Maret kemarin ini, ujarnya. Guna meredam gejolak, Slamet berkomunikasi dengan para orangtua. Berupa pendampingan secara intens selama berada di rumah. Dia juga meyakinkan bahwa kasus sudah ditangani oleh jajaran Polda DIJ.

Pihak sekolah juga berkoordinasi dalam forum kepala sekolah. Berupa pembagian selebaran agar tak terprovokasi aksi. Hal ini guna mengantisipasi terulangnya aksi serupa tentang aksi kejahatan jalanan.

Kepala sekolah semua sudah tahu dan sudah buat edaran agar lebih berhati-hati dalam menyikapi. Untuk siswa kos kami lakukan home visit, juga berkomunikasi dengan orangtuanya, katanya.

Disinggung tentang sosok Dafa, Slamet enggan berbicara lebih jauh. Hanya saja dia membenarkan, orangtua Daffa adalah angota dewan di DPRD Kebumen.

Setahu saya, ayahnya Daffa anggota dewan. Saat melayat kesana banyak ucapan duka cita dari pimpinan dewan, ujarnya.

Original Source

Topik Menarik