Bela sang Ayah, Putri Walkot Bekasi Tuding OTT KPK Pembunuhan Karakter

Kriminal | jawapos | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 09:55
Bela sang Ayah, Putri Walkot Bekasi Tuding OTT KPK Pembunuhan Karakter

JawaPos.com Putri dari Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi, Ade Puspita membela orang tuanya yang menyandang status tersangka akibat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (5/1). Ade Puspita secara implisit menuding KPK mengincar Partai Golkar.

Pernyataan Ade Puspita ini disampaikan pada acara pelantikan pengurus Golkar tingkat kecamatan se-Kota Bekasi dan videonya diunggah akun Instagram @infobekasi.coo .

Memang ini kuning sedang diincar, kita tahu sama tahu siapa yang sikat kuning. Tapi nanti di 2024 jika kuning koalisi dengan oranye, mati lah yang warna lain, kata Ade Puspita yang dikutip dari akun Instagram @infobekasi.coo , Minggu (9/1).

Menurut Ade, langkah KPK yang menangkap ayahnya merupakan upaya pembunuhan karakter. Dia mengeklaim penangkapan Rahmat Effendi bukanlah operasi tangkap tangan (OTT) lantaran dalam penangkapan itu tidak ada uang yang dipegang Rahmat Effendi.

Logikannya OTT, saya ada transaksi. Ini tidak ada. Pak Wali beserta KPK tidak membawa uang dari pendopo. Uang yang ada di KPK itu yang di luaran. Uang dari pihak ketiga dari kepala dinas, dari camat, itu pengembangan. Tidak ada OTT. memang ini pembunuhan karakter, cetus Ade.

Bahkan dia pun mengklaim, banyak saksi yang melihat tidak ada uang yang dibawa KPK dari rumah Rahmat Effendi.

Saksinya banyak, semua di rumah itu saksi semua bagaimana pak Wali itu dijemput di rumah. Bagaimana Pak Wali hanya bawa badan, KPK hanya bawa badan pak Wali, tidak bawa uang seperser pun, klaim Ade.

Menanggapi tudingan ini, pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri menegaskan, pernyataan tersebut hanya akan menimbulkan kesalahpahaman publik. Ali menegaskan, OTT KPK yang menjerat Rahmat Effendi telah sesuai prosedur.

Ujaran kontraproduktif seperti itu hanya akan memicu kesalahpahaman publik dan membuat gaduh proses penegakan hukum yang telah taat asas, tegas Ali.

Juru bicara KPK bidang penindakan ini memastikan penanganan perkara yang menjerat Rahmat Effendi dilakukan tanpa pandang bulu dan tidak memiliki keterkaitan dengan latar belakang politik pelaku. KPK pun lagi-lagi menegaskan, OTT terhadap Rahmat Effendi dilakukan sesuai prosedur hukum dengan disertai dokumentasi mendetail.

KPK juga melakukan dokumentasi secara detail baik foto maupun video dalam proses tangkap tangan tersebut yang begitu jelas dan sangat terang bahwa pihak-pihak yang terjaring dalam OTT beserta dengan barang buktinya, tegas Ali.

Ali menjelaskan, seseorang dapat disebut tertangkap tangan kala melakukan tindak pidana, segera sesudah beberapa saat melakukan, sesaat kemudian diserukan oleh khalayak, atau sesaat kemudian padanya ditemukan benda yang diduga keras telah dipergunakan untuk melakukan tindak pidana.

Hal tersebut penting dipahami oleh masyarakat, agar tidak muncul persepsi yang keliru. Karena itu, mengingatkan kepada pihak-pihak agar tidak beropini dengan hanya berdasarkan persepsi dan asumsi yang keliru atau sengaja dibangun.

KPK bakal segera mengagendakan pemeriksaan para saksi. Diharapkan para saksi kooperatif hadir memenuhi panggilan penyidik agar proses hukum berjalan efektif.

Dalam proses pembuktiannya nanti, tentu majelis hakim yang punya kewenangan mutlak dan independen untuk memutus apakah para pihak bersalah atau tidak, pungkas Ali.

Artikel Asli