OTT Wali Kota Bekasi Diduga Terkait Suap Proyek dan Jual Beli Jabatan

Kriminal | jawapos | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 11:17
OTT Wali Kota Bekasi Diduga Terkait Suap Proyek dan Jual Beli Jabatan

JawaPos.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi diduga terkait suap pengadaan barang dan jasa dan jual beli jabatan. Orang nomor satu di Kota Bekasi itu telah menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, pada Rabu (5/1) malam.

Informasi yang kami peroleh, tangkap tangan ini terkait dugaan korupsi penerimaan janji atau hadiah pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan dilingkungan Pemkot Bekasi, kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (6/1).

Selain Rahmat Effendi, tim satuan tugas (satgas) penindakan KPK juga turut mengamankan 11 orang lain dalam giat operasi senyap tersebut. Mereka yang diamankan di antaranya, aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kota Bekasi dan sejumlah pihak swasta.

Dalam kegiatan tangkap tangan ini KPK mengamankan beberapa pihak, sejauh ini ada sekitar 12 orang. Di antaranya Wali Kota Bekasi, ASN Pemkot Bekasi dan beberapa pihak swasta, papar Ali.

Juru bicara KPK bidang penindakan itu berujar, hingga kini, pihak yang diamankan masih terus dilakukan permintaan klarifikasi dan keterangan oleh tim KPK. Sementara itu, berdasar sumber JawaPos.com ,Rahmat Effendi diduga menerima upeti dari berbagai pihak.

Pertama dia diduga menerima duit dari pihak yang menginginkan bekerja sebagai tenaga kontrak di berbagai dinas di Pemerintah Kota Bekasi. Nilainya bervariasi, jumlah sementara duit suap ada puluhan juta yang diterima Wali Kota melalui orang kepercayaanya, terang sumber JawaPos.com .

Rencanannya, ada sekitar 800 tenaga kontrak yang dibutuhkan pihak Pemkot Bekasi untuk mengisi berbagai formasi lowongan kerja tenaga kontrak yang tersedia.

Kedua, sang wali kota diduga menerima duit suap dari bos perusahaan properti yang ingin mengembangan bisnis di wilayah Bekasi. Sekitar Rp 100 juta uangnya, imbuh sumber.

Dugaan suap ketiga berasal dari ijon berbagai proyek di Bekasi. Jumlahnya Rp 500 juta, terang sumber JawaPos.com lagi.

Lembaga antirasuah pada Kamis (6/1), dikabarkan akan menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan tersebut. Atau setelah 124 jam penangkapan terhadap pihak-pihak yang diamankan. Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut, tegas Ali.

Artikel Asli