Selain Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, KPK Juga Ringkus 11 Orang

Kriminal | jawapos | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 09:45
Selain Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, KPK Juga Ringkus 11 Orang

JawaPos.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/1) kemarin. Selain Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, tim satuan tugas (satgas) penindakan KPK juga turut mengamankan 11 orang lainnya dalam giat operasi senyap tersebut.

Mereka yang diamankan di antaranya, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Bekasi dan sejumlah pihak swasta. Pihak-pihak yang diamankan sedang dalam pemeriksaan intensif tim penindakan KPK.

Dalam kegiatan tangkap tangan ini KPK mengamankan beberapa pihak, sejauh ini ada sekitar 12 orang. Di antaranya Wali Kota Bekasi, ASN Pemkot Bekasi dan beberapa pihak swasta, kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (6/1).

Juru bicara KPK bidang penindakan ini menuturjan, hingga kini pihak yang diamankan masih terus dilakukan permintaan klarifikasi dan keterangan oleh tim KPK. Sementara ini, KPK menduga, adanya tindak pidana korupsi unsur penerimaan janji atau hadiah pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan dilingkungan Pemkot Bekasi.

Perkembangannya akan kami informasikan lebih lanjut, ujar Ali.

Berdasarkan sumber JawaPos.com, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi diduga menerima upeti dari berbagai pihak. Pertama dia diduga menerima duit dari pihak yang menginginkan bekerja sebagai tenaga kontrak di berbagai dinas di Pemerintah Kota Bekasi.

Nilainya bervariasi, jumlah sementara duit suap ada puluhan juta yang diterima Wali Kota melalui orang kepercayaanya, terang sumber JawaPos.com. Rencanannya, ada sekitar 800 tenaga kontrak yang dibutuhkan pihak Pemkot Bekasi untuk mengisi berbagai formasi lowongan kerja tenaga kontrak yang tersedia.

Penerimaan kedua, sang Wali Kota diduga menerima duit suap dari bos perusahaan properti yang ingin mengembangan bisnisnya di wilayah Bekasi. Sekitar Rp 100 juta uangnya, imbuh sumber.

Sementara, dugaan suap ketiga diduga berasal dari ijon berbagai proyek di Bekasi. Jumlahnya Rp500 juta, terang sumber JawaPos.com lagi.

Lembaga antirasuah pada Kamis (6/1) ini, dikabarkan akan menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan tersebut. Hal ini setelah 124 jam penangpan terhadap pihak-pihak yang diamankan.

Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut, tegas Ali menandaskan.

Artikel Asli