Mantan Direktur Keuangan Jasindo Dituntut 4 Tahun Penjara

Kriminal | jawapos | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 14:30
Mantan Direktur Keuangan Jasindo Dituntut 4 Tahun Penjara

JawaPos.com Mantan Direktur Keuangan dan Investasi PT. Asuransi Jasindo, Solihah dituntut empat tahun pidana penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan. Dia diyakini jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlibat korupsi terkait kegiatan fiktif agen PT Jasindo dalam penutupan Closing Asuransi (Oil) dan Gas pada BP Migas-KKKS tahun 2010-2012 dan tahun 2012-2014.

Menyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan. Menuntut pida empat tahun penjara, denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan, kata Jaksa KPK membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (28/12).

Bekas pejabat PT. Asuransi Jasindo itu juga dituntut untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 1.918.749.382,90. Apabila tidak membayar uang pengganti tersebut paling lama satu bulan setelah putusan memeroleh kekuatan hukum tetap, maka harta benda disita untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Bila tak memiliki harta benda yang mencukupi maka diganti pidana selama enam bulan, ucap Jaksa.

Dalam perkara yang sama, pemilik PT. Ayodya Multi Sarana, Kiagus Emil Fahmy Cornain dituntut pidana lima tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 250 juta subsider tiga bulan kurungan. Jaksa KPK meyakini, Solihah bersama Kiagus menikmati aliran korupsi kegiatan fiktif pada agen PT. Asuransi Jasindo.

Selain itu, Kiagus juga dituntut untuk membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp 1.330.668.513,27
dengan memperhitungkan uang yang telah disetorkan oleh oleh terdakwa ke rekening penampungan KPK.

Dalam menjatuhkan tuntutan, Jaksa KPK mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, terdakwa tidak sepenuhnya mengaku terus terang perbuatannya.

Terdakwa sudah menikmati hasil kejahatannya, dan perbuatan terdakwa telah menimbulkan kerugian keuangan negara, PT Asuransi Jasindo, papar Jaksa.

Sementara itu hal yang meringankan, bersikap sopan selama persidangan dan terdakwa belum pernah dihukum. Karena itu, Jaksa meyakini kedua terdakwa bersama-sama mantan Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia, Budi Tjahjono melakukan kegiatan fiktif penutupan asuransi proyek dan aset BP Migas-KKKS tahun 2009-2012.

Hal ini bertentangan dengan ketentuan Pasal 1 angka (9) dan Pasal 19 angka (2) Surat Keputusan Direksi PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) No. SK. 024 DMA/XI/2008 tanggal 17 November 2008 tentang Pola Keagenan Marketing Agency PT Asuransi Jasa Indonesia.

Solihah dan Kiagus Emil Fahmi dituntut melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP atau kedua Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Artikel Asli