Panglima TNI Sebut Kolonel P Berbohong soal Kecelakaan di Nagreg

Kriminal | jawapos | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 14:02
Panglima TNI Sebut Kolonel P Berbohong soal Kecelakaan di Nagreg

JawaPos.com Mabes TNI mengambil alih kasus tabrak lari berujung pembuangan jasad korban warga Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Keputusan ini diambil untuk mempermudah proses hukum. Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, salah satu pelaku Kolonel P diduga berupaya menutupi kejahatannya. Hal itu terindikasi selama proses pemeriksaan awal.

Kolonel P awal kita periksa setelah kita dapat info dari Polresta Bandung, kita lakukan pemeriksaan di satuannya di Gorontalo. Nah, itu sudah mulai ada usaha-usaha untuk berbohong, kata Jenderal Andika di Jakarta, Selasa (28/12).

Kebohongan Kolonel P terungkap karena tidak sesuai dengan keterangan saksi-saksi lainnya. Kendati demikian, Jenderal Andika tak mengungkap jenis kebohongan yang dilakukan Kolonel P.

Terlepas dari motivasinya, pasal 340 kan berarti masuk berencananya itu. Nah itulah yang menurut saya, sudahlah, itu tidak bisa ditoleransi, jelas Jenderal Andika.

Sebagaimana diketahui, HS dan S yang tengah mengendarai sepeda motor mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Ciaro, Nagreg Kabupaten Bandung, Rabu (8/12) sekitar pukul 16.00 WIB.

Korban yang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria tertabrak oleh sebuah mobil Isuzu Panther. Akibat kecelakaan tersebut keduanya mengalami luka serius. Penabrak kemudian membawa kedua korban dengan mobil tersebut dengan alasan akan dibawa ke rumah sakit.

Namun, setelah pihak keluarga melakukan pencarian ke sejumlah rumah sakit di Garut tak ada informasi tentang kedua remaja tersebut. Pihak keluarga sempat putus asa mencari tahu keberadaan kedua remaja tersebut. Hingga akhirnya kedua jasad korban ditemukan di Sungai Serayu, Kabupaten Banyumas dan Cilacap, Sabtu (11/12).

Setelah dipastikan bahwa jasad yang ditemukan itu adalah H dan S, polisi Banyumas dan Cilacap mengirim jenazah keduanya ke Nagreg, Kabupaten Bandung dan Garut, rumah orang tua kedua korban.

Kedua korban diduga dibuang oleh penabraknya ke Sungai Serayu dan ditemukan di Banyumas dan Cilacap Jateng, yang berjarak sekitar 300 kilometer dari tempat kecelakaan di Nagreg, Kabupaten Bandung.

Polresta Bandung kemudian melakukan penyelidikan kasus kecelakaan tersebut. Dari hasil penyelidikan itulah akhirnya terungkap kasus kecelakaan lalin yang berujung pembuangan kedua korban ke sungai diduga dilakukan anggota TNI AD.

Artikel Asli