Kasus Ilegal Akses, dr Richard Lee Ditahan Polisi

Kriminal | jawapos | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 09:46
Kasus Ilegal Akses, dr Richard Lee Ditahan Polisi

JawaPos.com Penyidik Polda Metro Jaya resmi menahan dr Richard Lee berkaitan dengan kasus ilegal akses. Dia ditahan setelah beberapa waktu lalu dijadikan tersangka.

Iya mulai malam tadi dilakukan penahanan, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat dikonfirmasi, Selasa (28/12).

Sementara itu, Kuasa Hukum dr Richard, Razman Arif Nasution membenarkan jika kliennya ditahan untuk 20 hari ke depan. Penahanan dilakukan karena perkara ilegal akses tersebut telah berstatus P21 atau lengkap. Sehingga, Richard dan barng bukti akan diserahkan kepada kejaksaan untuk disidang.

Iya betul. Bukan ditahan ini diluruskan ya, tapi pelimpahan berkas jadi kejaksaan untuk P21 tahap 2. Nah itu memang prosedurnya seperti itu, kata Razman.

Karena Richard Lee tinggal di Palembang makanya diamankan dulu di sini. Richard Lee kooperatif kok dan itu hanya beberapa hari, pungkasnya.

Sebelumnya, Richard Lee juga sempat diamankan Polda Metro Jaya, namun penahanannya sempat ditangguhkan. Kabar penangkapan tersebut diketahui publik lewat unggahan video Instagram Reni Effendi, istrinya. Dalam video itu tampak dokter Richard memberontak tidak mau dibawa keluar dari rumahnya untuk dibawa sejumlah petugas. Ia bahkan sempat beralasan mau ke toilet tapi sejumlah petugas tetap membawanya.

Reni Effendi tampak panik meminta Richard Lee jangan dibawa terlebih dahulu. Jangan ditangkap, nanti dulu pak. Jangan dulu. Suami saya ditangkap alasannya apa? Kenapa pak? Bapak enggak jelasin, kata Reni Effendi sambil menangis.

Kabid Humas Polda Metro Jaya saat itu Kombes Pol Yusri Yunus memastikan penangkapan ini tidak terkait kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh artis Kartika Putri. Melainkan Richard ditangkap dalam kasus ilegal akses dan penghilangan barang bukti.

Perlu saya luruskan perkara pencemaran nama baik yang dilaporkan KP (Kartika Putri) ini berbeda dengan upaya hukum ilegal akses dan pencurian barang bukti, kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/8).

Yusri menjelaskan, berdasar hasil penyelidikan Richard terbukti melakukan ilegal akses terhadap akun media sosial miliknya yang telah disita oleh penyidik sebagai barang bukti. Setelah mengakses secara ilegal, Richard juga menghapus beberapa barang bukti di dalam akun.

Artikel Asli