Pemerintah Tolak Negosiasi Cicilan Utang Obligor BLBI

Kriminal | jawapos | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 14:32
Pemerintah Tolak Negosiasi Cicilan Utang Obligor BLBI

JawaPos.com Texamaco Marimutu Sinivasan menjadi obligor yang mempunyai utang pada Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terbesar. Sinivasan meminta utangnya dicicil mulai Februari 2022, tetapi ditolak pemerintah.

Punya utang ke negara sebesar Rp31 triliun lebih dan USD39 miliar, berarti itu kan kira-kira sudah Rp80 triliun khusus Sinivasan, kata Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, Minggu (26/12).

Mahfud mengatakan, utang itu sudah diakui oleh Sinivasan. Sejak 2004 lalu, Sinivasan sudah mengakui utangnya di BLBI sebanyak tiga kali ke pemerintah.

Dia tahun 2004 mengakui punya utang mau bayar, tahun 2005 tidak mampu bayar mengakui lagi. Tahun ini, 21 November 2021 buat surat pengakuan utang lagi, ucap Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menyampaikan, Sinivasan berjanji akan membayar lunas utangnya dengan cara mencicil pada Februari 2021. Tetapi pemerintah menolak permintaan itu, karena Sinivasan sudah tiga kali berjanji.

Kita belum menyetujui itu, kita sita dulu, kecuali dia simpan uang sekarang ke pemerintah, Nih saya mulai bayar nih, misalnya bayar Rp10 triliun dulu, sisanya mulai Februari kita hitung, kita mau, uhae Mahfud.

Mahfud mengutarakan, pemerintah enggan menerima tawaran tersebut karena khawatir Sinivasan tidak membayar. Karena itu, memilih untuk menyita aset Sinivasan terlebih dahulu.

Kalau ada barang-barang yang sudah dijaminkan ternyata itu barang palsu, atau digelapkan, atau dialihkan di tengah jalan itu urusannya lain. Sekarang kita sita dulu, pungkas Mahfud.

Artikel Asli