Buang Sejoli di Nagreg, 3 Anggota TNI AD Terancam 20 Tahun Penjara

Kriminal | jawapos | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 09:20
Buang Sejoli di Nagreg, 3 Anggota TNI AD Terancam 20 Tahun Penjara

JawaPos.com - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) memastikan akan memproses secara hukum, tiga anggotanya yang telah melakukan tindak pidana terkait kasus kematian sejoli Handi Harisaputra dan Salsabila. Ketiga anggota TNI itu berinisial Kolonel P, Kopda DA, dan Koptu AS.

"Angkatan Darat memastikan proses hukum terhadap ketiga oknum Anggotanya yaitu Kolonel P, Kopda DA, dan Koptu AS yang telah melakukan tindak pidana menghilangkan dan merampas nyawa orang serta tindak pidana lainnya terhadap Handi Saputra dan Salsabila pada Rabu, 8 Desember 2021 di Jl. Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen Tatang Subarna dalam keterangannya, Minggu (26/12).

Tatang memastikan, ketiga oknum Anggota TNI AD itu saat ini telah ditahan di Satuan Polisi Militer Angkatan Darat. Ketiganya diperiksa dengan tuduhan tindak pidana Pasal 340 KUHP juncto 338 KUHP juncto 328 KUHP juncto 333 KUHP juncto 181 KUHP jo 55 KUHP tentang Pembunuhan Berencana juncto Menghilangkan Nyawa Orang juncto Penculikan juncto Merampas Kemerdekaan juncto Menghilangkan Mayat juncto Penyertaan dalam Tindak Pidana dengan ancaman hukuman terberat seumur hidup atau 20 tahun.

"Serta hukuman tambahan pidana dipecat dari Dinas aktif TNI," tegas Tatang.

Dia menegaskan, TNI AD tidak pandang bulu terhap anggotanya yang melanggar hukum, terlebih kasus pidana. Tatang pun memastikan, proses hukum akan dilakukan dengan tegas sesuai ketentuan yang berlaku dan transparan.

Dia juga memastikan bahwa tindak pidana yang dilakukan oleh ketiga oknum tersebut diproses secara hukum sampai tuntas dan memenuhi rasa keadilan dengan sanksi yang setimpal. "TNI AD turut berbelasungkawa atas musibah yang dialami oleh Almarhum Handi Saputra dan Almarhumah Salsabila serta keluarganya," ucap Tatang.

Pelaku penabrakan dan pembuangan jenazah pasangan sejoli di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terkuak. Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) Letnan Jenderal (Letjen) Chandra Warsenanto Sukotjo membenarkan bahwa pelaku yang sedang diperiksa Polisi Militer Kodam (Pomdam) XIII/Merdeka adalah Kolonel Infanteri Priyanto.

Priyanto saat ini menjabat Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Korem 133/Nani Wartabone (NWB) yang bermarkas di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Korem NWB berkedudukan di bawah Kodam Merdeka.

"Betul, Mas," kata Chandra kepada Republika di Jakarta, Sabtu (25/12). Chandra juga membenarkan, Kolonel P sedang diperiksa intensif oleh penyidik Pomdam Merdeka.

Kasus penabrakan pasangan sejoli Handi Saputra, 16, dan Salsabila, 14, di wilayah Nagreg, Kabupaten Bandung, terjadi pada 8 Desember 2021. Warga di lokasi dilarang ikut membantu menangani insiden kecelakaan itu. Warga pun berhasil memotret tiga orang yang menggotong Handi dan Salsa, yang dimasukkan ke dalam mobil Panther hitam. Foto tersebut viral di media sosial.

Ternyata, tiga personel TNI AD penabrak itu bukannya membawa kedua korban ke rumah sakit, malah membuang Handi dan Salsa di Sungai Serayu. Jenazah keduanya ditemukan di dua titik berbeda di sepanjang Sungai Serayu yang masuk wilayah Kabupaten Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) pada 11 Desember lalu.

Selain Kolonel Priyanto, kedua pelaku lainnya adalah Kopral Dua (Kopda) DA, personel Kodim 0730/Gunung Kidul, Kodam IV/Diponegoro serta Kopda Ahmad, anggota Kodim 0716/Demak. Saat ini, baik Kopda DA dan Ahmad juga sedang diperiksa penyidik Pomdam Diponegoro di Kota Semarang.

Artikel Asli