Direktur Pusako Nilai Pernyataan Bupati Banyumas Sangat Lucu

Kriminal | jawapos | Published at Minggu, 14 November 2021 - 16:57
Direktur Pusako Nilai Pernyataan Bupati Banyumas Sangat Lucu

JawaPos.com Direktur Pusat Studi dan Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas Feri Amsari mengomentari pernyataan Bupati Banyumas Achmad Husein yang meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) apabila ingin melakukan operasi tangkap tangan (OTT), terlebuh dulu bisa melakukan imbauan. Menurut Feri, pernyataan tersebut sangat lucu.

Pernyataan yang paling lucu. Pelaku atau orang yang akan melakukan tindak pidana korupsi meminta kerja sama dengan KPK agar melakukan tindakan yang jauh dari akal sehat pemberantasan korupsi, kata Feri kepada JawaPos.com, Minggu (14/11).

Menurut Feri, jika seluruh kejahatan luar biasa, termasuk narkoba dan terorisme, diperlakukan sepeti itu, maka angka orang tertangkap tangan akan turun. Bahkan, tidak akan membuat kejahatan berkurang dan malah bertambah.

Saya tidak tahu jika orang berpotensi melakukan tindakan korupsi berani meminta hal selucu ini kepada KPK, apakah KPK sekarang sudah terdiri dari sekumpulan badut, papar Feri.

Dia pun meminta KPK tidak pandang bulu dalam melakukan tangkap tangan. Pencegahan itu kepada orang yang belum melakukan pidana bukan kepada orang sudah jelas-jelas pidana terus diberi nasihat. Kalau model itu dilakukan kepada pelaku kejahatan pembunuhan, sudah banyak yang mati, kelakar Feri.

Sebagaimana diketahui, pernyataan Bupati Banyumas Achmad Husein viral di media sosial. Dalam video berdurasi 24 detik itu, dia meminta agar KPK melakukan imbauan terlebih dulu kepada kepala daerah yang hendak di-OTT.

Kami para kepala daerah, kami semua takut dan tidak mau di-OTT. Maka kami mohon kepada KPK sebelum OTT, mohon kalau ditemukan kesalahan, sebelum OTT kami dipanggil dahulu. Kalau ternyata dia itu berubah, ya, sudah lepas begitu. Tapi kalau kemudian tidak berubah, baru ditangkap Pak, ujar Husein dalam cuplikan video tersebut.

Artikel Asli