Novel: Korupsi Dalam Beberapa Keadaan Dianggap Dimaklumi

Kriminal | jawapos | Published at Kamis, 11 November 2021 - 10:45
Novel: Korupsi Dalam Beberapa Keadaan Dianggap Dimaklumi

JawaPos.com Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyampaikan, koruptif adalah prilaku yang tidak baik. Bahkan prilaku koruptif tidak bisa dibilang menjadi budaya, karena prilaku yang harus dihindari dan dianggap tidak lazim.

Korupsi tentu hal yang nggak baik, tentunya nggak bisa dilihat sebagai budaya korupsi. Walaupun kalau kita lihat dalam praktiknya ada banyak perbuatan koruptif yang kemudian terjadi dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dalam beberapa keadaan itu dimaklumi, dianggap sebagai suatu hal yang lazim, kata Novel dalam siaran Youtube, Kamis (11/11).

Menurut Novel, prilaku koruptif terjadi secara bertahap. Bahkan dari level yang terkecil, yang bisa menimbulkan bahaya praktik korupsi ke depannya.

Biasanya namanya prilaku itu apa mulai dari sejak kecil sejak dini itu ada beberapa hal yang kemudian semakin lama semakin menyimpang dan kemudian, bisa menjadi prilaku koruptif yang ketika itu dibiarkan sampai pada level tertentu itu prilakunya bisa sampai korupsi nantinya, itu yang berbahaya, tegas Novel.

Tak menutup kemungkinan, prilaku menyimpang jika sudah lama dilakukan akan menjadi kebiasaan. Sehingga diharapkan hal ini harus dihindari.

Ketika kita lihat prilaku, karena prilaku yang salah atau yang menyimpang itu terjadi sekali, dua kali maka menjadi kebiasaan, kebiasaan yang sudah dilakukan dengan waktu yang cukup lama itu bisa menjadi karakter. Ini yang bahaya, papar Novel.

Dia lantas mencontohkan prilaku koruptif yang terkecil pada tahap pelajar. Menurutnya mencontek atau menyalin paper milik orang lain adalah prilaku koruptif.

Kadangkala kita melihat itu seperti hal yang lumrah, padahal prilaku koruptif di level kecil itu merugikan dirinya sendiri bukan hanya orang lain, pungkas Novel.

Artikel Asli