Loading...
Loading…
KPK Bidik Penikmat Suap Rekayasa Pajak PT Jhonlin Hingga Bank Panin

KPK Bidik Penikmat Suap Rekayasa Pajak PT Jhonlin Hingga Bank Panin

Kriminal | jawapos | Jumat, 24 September 2021 - 11:41

JawaPos.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal menindaklanjuti fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, dugaan suap terkait rekayasa nilai pajak PT Jhonlin Baratama, PT Gunung Madu Plantations dan Bank Panin. Termasuk, munculnya nama-nama yang diduga turut kecipratan uang haram dari perkara rekayasa nilai pajak.

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri menyampaikan, pihaknya membuka peluang untuk mengembangkan perkara dugaan suap terkait rekayasa nilai pajak, dengan menjerat pihak-pihak yang diduga turut menikmati uang haram tersebut. Penetapan tersangka baru dalam perkara ini dimungkinkan setelah KPK menemukan bukti permulaan yang cukup.

Sepanjang memenuhi syarat adanya dua bukti permulaan yang cukup tentu akan dikembangkan lebih lanjut dengan menetapkan pihak lain sebagai tersangka, kata Ali dikonfirmasi, Jumat (24/9).

Pengembangan perkara terhadap dugaan suap perpajakan yang menjerat dua mantan pejabat pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani akan melihat pada fakta persidangan. Terlebih, keduanya telah didakwa
menerima suap sebesar Rp 15 miliar dan SGD 4 juta.

Jika dikalkulasikan, total suap yang diduga diterima dua mantan pejabat pajak tersebut sekitar Rp 57 miliar. Penerimaan uang itu brrkaitan dengan diduga berkaitan dengan pengurusan pajak PT Jhonlin Baratama; PT Bank PAN Indonesia (PANIN) dan PT Gunung Madu Plantations (GMP).

Angin Prayitno Aji selaku mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, serta Dadan Ramdani yang merupakan mantan Kepala Sub Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, didakwa menerima suap bersama-sama dengan tim pemeriksa pajak pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak.

Tim pemeriksa pajak pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak yang didakwa turut serta menerima suap yakni Wawan Ridwan, Alfred Simanjuntak, Yulmanizar dan Febrian. Mereka diduga telah merekayasa hasil penghitungan pajak tiga perusahaan besar tersebut.

Ali menegaskan, surat dakwaan yang telah dibacakan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK disusun berdasarkan hasil proses penyidikan. Dia meyakini, Jaksa KPK akan membuktikan
seluruh rangkaian perbuatan para terdakwa dan pihak-pihak yang diduga terlibat di persidangan.

Saksi-saksi dan alat bukti lain akan dihadirkan di depan majelis hakim. Pada gilirannya fakta-fakta hukum akan jaksa simpulkan, tandas Ali.

Original Source

Topik Menarik