Febri: Warga Ditangkap saat Sampaikan Poster Rugikan Citra Presiden

jawapos | Kriminal | Published at 14/09/2021 14:38
Febri: Warga Ditangkap saat Sampaikan Poster Rugikan Citra Presiden

JawaPos.com Mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengomentari penangkapan terhadap 10 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) usai menyampaikan aspirasi melalui sebuah poster. Menurut Febri, penangkapan terhadap 10 mahasiswa UNS itu dinilai bisa merusak citra Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jika warga ditangkap saat sampaikan poster harapan, justru dapat merugikan citra Presiden Jokowi, kata Febri dalam unggahan pada akun media sosial Twitter pribadinya, Selasa (14/9).

Pegiat antikorupsi ini meyakini, Jokowi sebagai kepala negara tidak memerintahkan untuk melakukan penangkapan terhadap para mahasiswa yang menyampaikan bentuk pengharapan kepadanya. Karena, dalam beberapa kesempatan Jokowi tak mempermasalahkan dikritik masyarakat.

Saya nggak yakin hal itu diinginkan apalagi diperintahkan. Kita tahu beberapa kali Presiden bilang senang dikritik, cetus Febri.

Koordinator Visi Integritas ini menyebut, seharusnya pemerintah bisa lebih memberikan ruang terhadap penyampaian aspirasi publik. Bukan justru membungkam, apalagi melakukan penangkapan. Menyerap dan memberi ruang kritik jauh lebih baik daripada membungkamnya, tegas Febri.

Menurut Febri, seharusnya Pemerintah Jokowi-Maruf Amin bisa berlajar dari pengalaman sejarah. Ketika saluran penyampaian aspirasi dibungkam, akan menimbulkan banyak kegaduhan.

Kita mestinya belajar dari sejarah, ketika saluran keluhan mampet atau ditutup sedemkian rupa di satu tempat, ia akan tumbuh lebih banyak di tempat lain dan bukan tidak mungkin akan menjalar lebih besar. Inilah tugas Tim Komunikasi seharusnya. Komunikasi dua arah ke publk, harap Febri.

Terpisah, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS, Zakky Musthofa pun menyampaikan sikap terhadap aksi penangkapan tersebut. Pihaknya tidak terima pembungkaman dengan cara ditangkap.

Mengecam dan mengutuk sikap represifitas aparat terhadap mahasiswa UNS karena apa yang diperbuat bukan tindakan kriminalitas atau perbuatan melawan hukum, ujar dia melalui keterangan resminya.

Padahal, itu merupakan upaya pihaknya untuk bisa menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Presiden Jokowi. Pasalnya, pihak kampus sendiri pun tidak memfasilitasi mahasiswa untuk menyampaikan pandangannya

Menyayangkan sikap kampus UNS yang tidak memberikan kami ruang untuk memberikan aspirasi dan pesan refleksi kepada Pak Jokowi selalu Presiden melalui kajian yang telah kami buat, imbuhnya.

Ia menilai bahwa tindakan tersebut telah melanggar hak kebebasan masyarakat dalam menyuarakan pendapatnya. Ini merupakan bukti bahwa pemerintah dan aparat telah berkhianat terhadap amanat reformasi.

apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan, dikira subversif dan mengganggu keamanan maka hanya ada 1 kata, lawan!, tegas dia.

Adapun berikut kronologi penangkapan tersebut bermula dari tiga mahasiswa yang dibawa oleh aparat bernama Daffa yang membentangkan poster. Daffa membentangkan poster di halte UNS, lalu pada pukul 11.13 WIB Daffa dibawa oleh aparat dengan mobil berwarna hitam. Kemudian, dua orang mahasiswa bernama Khanif dan Tekwo menghampiri Daffa lalu mereka berdua dibawa pula ke dalam mobil.

Selanjutnya, kronologi empat mahasiswa yang dibawa oleh aparat bernama Afif dan Prama, tas mereka digeledah oleh aparat. Kemudian, diikuti oleh mahasiswa bernama Tema dan Ammar yang motornya diberhentikan serta digeledah oleh aparat.

Keempat mahasiswa tersebut dibawa oleh aparat dengan mobil berwarna putih. Selain itu, ada tiga mahasiswa Iainnya bernama Mishbakh, Wicak dan Raden yang ingin menyuarakan aspirasinya lalu mereka bertiga juga turut dibawa oleh aparat.

Artikel Asli