Teroris JI Kumpulkan Dana Lewat Yayasan, 1.540 Kotak Amal Disita

jawapos | Kriminal | Published at 16/08/2021 20:45
Teroris JI Kumpulkan Dana Lewat Yayasan, 1.540 Kotak Amal Disita

JawaPos.com Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri tengah mengembangkan kasus penangkapan puluhan terduga teroris di berbagai wilayah. Aspek yang didalami yakni pendanaan kelompok Jamaah Islamiyah (JI).

JI diketahui membuat yayasan amal bernama Syam Organizer untuk penggalangan dana. Yayasan tersebut memiliki kantor pusat di Jakarta.

Tujuan pembentukan Syam Organizer tersebut untuk menggalang dana dengan menarik simpati masyarakat melalui program kemanusiaan, kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (16/8).

Yayasan ini juga ditujukan untuk mengelabui polisi. Melalui yayasan pula, penggalangan dana bisa lebih luas. Sehingga dana yang didapat bisa banyak.

Syam Organizer memiliki beberapa bentuk penggalangan dana. Pertama, sistem Water For Syam dengan cara mengantarkan air bersih ke Palestina dan memiliki tiga sumur air di Suriah. Kedua, Safe Childern of Syam di Suriah dan Palestina. Ketiga, Winter Aid Project, memberikan kayu bakar, jaket dan membangun rumah-rumah di Suriah.

Kemudian, Kurban Peduli Syam, Ramadan Peduli Syam, Syam Bread Factory, Emergency Releive, Syam Produktif Assiten, jelas Ramadhan.

Syam Organizer juga mengedarkan celengan kotak amal ke masyarakat, mengadakan tabungan kurban, mengadakan tabligh akbar dengan mengundang ustad dan melakukan penggalangan dana langsung kepada jamaah yang hadir atau lewat nomor rekening Syam Organizer.

Pada 2013-2017 Syam Organizer memberangkatkan anggota ke Suriah termasuk F yang telah ditangkap. Kemudian Syam Organizer daerah menyetorkan dana ke bendahara Syam Organizer pusat atas nama DR yang telah ditangkap, kata Ramadhan.

Dalam pemggeledahan di kediaman tersangka RH di Komplek Patramaya, Jalan Cipta Karya 1 Nomor 28, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Ranca Sari, Kota Bandung, polisi pun menyita banyak kotak amal. Ada 1.540 celengan kotak amal diamankan Densus 88, jelas Ramadhan.

Selain itu, Densus juga menyita handphone, beberapa buku, tabungan, dan buku catatan. Saat ini kasus tersebut masih dikembangkan oleh penyidik.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri melakukan operasi penangkapan terduga teroris. Selama tiga hari, Kamis (12/8) hingga Sabtu (14/8), di 10 provinsi, detasemen khusus itu berhasil meringkus 41 terduga teroris.

Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, sebelumnya terdapat 37 orang terduga teroris yang ditangkap. Lantas bertambah empat orang dari Banten dan Jawa Barat.

Tambahan baru ditangkap Banten satu dan Jawa Barat tiga. Total 41, kata Ramadhan dikonfirmasi, Minggu (15/8).

Ramadhan menyebut, untuk empat terduga teroris yang baru yang ditangkap diduga terafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI). Mereka diamankan pada Sabtu (14/8) kemarin. Ditangkap kemarin hari Sabtu (14/8/2021) kemarin. Jaringan JI, ucap Ramadhan.

Adapun Densus 88 melakukan operasi penangkapan di 10 provinsi. Rinciannya, di Sumatera Utara (6 orang), Jambi (3), Lampung (7), Banten (5). Kemudian, Jawa Barat (5), Jawa Tengah (10), Sulawesi Selatan (1), Maluku (1), Kalimantan Barat (1), dan Kalimantan Timur (2).

Artikel Asli