Polisi Sebut Penimbunan Obat Covid-19 Di Jakbar Terjadi Sejak 5 Juli

jawapos | Kriminal | Published at 13/07/2021 13:46
Polisi Sebut Penimbunan Obat Covid-19 Di Jakbar Terjadi Sejak 5 Juli

JawaPos.com Polres Metro Jakarta Barat masih mengembangkan kasus dugaan penimbunan obat untuk pasien Covid-19. Obat-obatan ini diduga sudah ditimbun oleh para pelaku sejak awal Juli 2021.

Jadi barang-barang ini sebelum tanggal 5 Juli 2021 sudah sampai di sini, kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo saat dikonfirmasi, Selasa (13/7).

Ady menduga obat ini sengaja ditahan tidak diedarkan oleh pelaku. Sehingga mengakibatkan kelangkaan obat di pasar. Padahal obat tersebut ada di dalam gudang.

Seperti yang saya sampaikan di awal ada indikasi mereka menghambat penyalurannya, disampaikan tidak ada (stok). Bahkan dari BPOM mengajak Zoom meeting menanyakan (stok), yang bersangkutan menyatakan tidak ada, jelasnya.

Karena sulitnya barang di pasar, membuat pemilik perusahaan menaikkan harga azithromycin di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebesar Rp 1.700 per tablet. Obat itu dijual pelaku seharga Rp 3.350 per tablet.

Sebelumnya, Unit Kriminal Khusus Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menggerebek lokasi yang diduga menimbun obat-obatan untuk pasien Covid-19. Operasi menyasar sebuah ruko di Jalan Peta Barat Ruko Peta Barat Indah III Blok C No. 8, Kalideres, Jakarta Barat.

Kita di lokasi di wilayah Kalideres kompleks pergudangan kita berada di salah satu ruko di mana terindikasi kami melihat beberapa fakta yang kami temukan dari hasil penyelidikan ada indikasi penimbunan, kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo dalam keterangan tertulis, Selasa (13/7).

Ady menuturkan, di lokasi penggerebekan ditemukan banyak obat-obatan yang tengah dibutuhkan oleh pasien Covid-19. Penimbunan ini diduga dilakukan agar obat bisa dijual dengan harga tinggi, melebihi aturan Kementerian Kesehatan.

Artikel Asli