Pikap Maut Dijejali 4 Orang di Depan, 10 Lainnya di Belakang

Kriminal | jawapos | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 13:58
Pikap Maut Dijejali 4 Orang di Depan, 10 Lainnya di Belakang

JawaPos.com – Polisi masih terus mendalami kecelakaan maut lain di hari yang sama di Jalan Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Polisi mencari kemungkinan adanya kelalaian manusia serta membuka kemungkinan dilakukan penetapan tersangka.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menyebut bila pihaknya sudah memeriksa enam orang saksi dari kejadian tersebut. ”Rata-rata (yang kami periksa adalah) masyarakat di lokasi yang menjadi saksi kami,” kata dia.

Dari beberapa keterangan yang sudah diperoleh, pihaknya menduga bila kecelakaan itu disebabkan sang sopir yang mengantuk. ”Kuat dugaan sopir ini mengantuk karena dari keterangan yang ada, diketahui kendaraan kadang melaju cepat, kadang lambat.”

Delapan orang penumpang pikap tewas dalam kecelakaan pada Rabu siang lalu itu. Semua merupakan warga Desa Ledoksari, Kecamatan Tumpang, yang baru pulang arisan dari Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Hendri menyebut hingga kemarin (27/5) pihaknya belum melakukan penetapan tersangka. Sementara untuk pendalaman terhadap sopir Mochammad Asim memang belum bisa dilakukan polisi. Sebab, kondisinya masih terluka parah.

”Sopir mengalami beberapa luka, seperti patah di bagian kaki, luka benturan akibat benda tumpul atau setir, dan luka di kepala,” katanya dalam jumpa pers kemarin.

Diketahui pula bahwa penumpang pikap nahas itu jumlahnya adalah 14 orang, bukan 12 orang seperti disebutkan pada berita sebelumnya. ”Empat orang berada di depan atau di kabin. Sementara 10 orang lainnya di bagian bak pikap,” sebutnya.

Kasat Lantas Polres Malang AKP Agung Fitriansyah menambahkan, kasus kecelakaan itu tidak hanya ditangani pihaknya saja. Sebab, jajaran Ditlantas Polda Jatim juga sudah turun ke lokasi pada saat kejadian dan ikut mendalaminya. Sayangnya, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) masih belum bisa dibeberkannya. ”Masih belum ada karena ini belum selesai (pendalaman) dari poldanya, jadi belum bisa saya beberkan untuk hasil sementara,” kata dia.

Artikel Asli