Suap Pajak, KPK Sita Sejumlah Barang Bukti dari Bank Panin

Kriminal | jawapos | Published at Kamis, 22 April 2021 - 11:33
Suap Pajak, KPK Sita Sejumlah Barang Bukti dari Bank Panin

JawaPos.com – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa Kepala Biro Administrasi Keuangan PT. Bank Panin, Marlina Gunawan dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan suap penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Pemeriksaan terhadap Marlina dilakukan pada Rabu (21/4) kemarin.

“Pada yang bersangkutan dilakukan penyitaan berbagai barang bukti yang ditemukan pada saat tim penyidik melakukan penggeledahan di kantor PT Bank Panin,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (22/4).

Sementara itu, mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak, Angin Prayitno Aji tidak memenuhi panggilan penyidik KPK. Dia beralasan sakit sehingga tidak bisa menghadiri agenda pemeriksaan.

“Minta jadwal ulang karena sakit,” ucap Ali.

Penyidik lembaga antirasuah, lanjut Ali, akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Angin Prayitno Aji. Meski demikian, belum diketahui kapan pemanggilan ulang itu dilakukan.

KPK belum mengumumkan pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini. Tetapi diduga terdapat dua pejabat pajak yang menerima suap terkait pengurusan pajak pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Kedua pejabat itu antara lain Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji dan Kepala Sub Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani.

Ali mengklaim, akan segera mengumumkan penetapan tersangka dan menahan sejumlah pihak yang terlibat dalam kasus dugaan suap pajak pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan. Perkara ini masih dalam tahap penyidikan dan belum diumumkan pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Percepatan penanganan perkara oleh KPK selalu kami lakukan. Februari perkara yang sedang kami sampaikan ini ya Februari sekarang April, dua bulan selesai,” ungkap Ali.

Juru bicara KPK bidang penindakan ini menegaskan, sampai saat ini penyidik masih mengumpulkan alat bukti sejumlah pihak yang terlibat dalam kasus suap pajak diumumkan. KPK akan membeberkan rinci mengenai konstruksi perkara dan pasal sangkaan kepada para tersangka.

“Setelah itu apakah berhenti? tidak, kami punya waktu 4 bulan maksimal untuk menyelesaikan itu. Jadi masih ada banyak waktu yang bisa kami lakukan,” tandasnya.

Artikel Asli