Loading...
Loading…
KPK Dalami Aliran Uang Kasus Nurdin Abdullah dari Dua Saksi

KPK Dalami Aliran Uang Kasus Nurdin Abdullah dari Dua Saksi

Kriminal | jawapos | Rabu, 07 April 2021 - 12:51

JawaPos.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami pengetahuan dua saksi mengenai dugaan aliran sejumlah uang. Baik yang diterima maupun dari tersangka Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah.

KPK, pada Selasa (6/4), telah memeriksa kedua saksi itu untuk tersangka Nurdin Abdullah dan kawan-kawan dalam penyidikan kasus dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel Tahun Anggaran 20202021.

Para saksi didalami pengetahuannya antara lain terkait dugaan aliran sejumlah uang, baik yang diterima tersangka NA melalui tersangka ER maupun aliran sejumlah uang dari tersangka NA ke berbagai pihak, kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri seperti dilansir dari Antara di Jakarta, Rabu (7/4).

Dua saksi yang diperiksa, yakni wiraswasta Fery Tandiady dan Muhammad Irham Samad selaku mahasiswa. Selain itu, KPK juga menginformasikan dua saksi lain yang tidak memenuhi panggilan, yaitu seorang PNS bernama Idham Kadir dan anggota DPRD Kota Makassar Eric Horas.

Tidak hadir dan segera dilakukan penjadwalan ulang kembali, kata Ali.

Selain Nurdin, lanjut Ali, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lain, yakni Edy Rahmat selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel atau orang kepercayaan Nurdin serta Agung Sucipto selaku kontraktor/direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB).

Nurdin diduga menerima total Rp 5,4 miliar, dengan rincian pada 26 Februari menerima Rp 2 miliar yang diserahkan melalui Edy dari Agung. Selain itu, Nurdin juga diduga menerima uang dari kontraktor lain, di antaranya pada akhir 2020, Nurdin menerima uang Rp 200 juta. Pertengahan Februari 2021, Nurdin melalui ajudannya bernama Syamsul Bahri menerima uang Rp 1 miliar dan awal Februari 2021, Nurdin melalui Syamsul Bahri menerima uang Rp 2,2 miliar.

Dalam konstruksi perkara disebut bahwa tersangka Agung mengerjakan proyek peningkatan jalan ruas PalampangMunteBontolempangan di Kabupaten Sinjai/Bulukumba (DAK Penugasan) TA 2019 dengan nilai Rp 28,9 miliar, pembangunan jalan ruas PalampangMunteBontolempangan (DAK) TA 2020 dengan nilai Rp 15,7 miliar.

Selanjutnya, pembangunan jalan ruas PalampangMunteBontolempangan (APBD Provinsi) dengan nilai Rp 19 miliar, pembangunan jalan, jalur pedestrian, dan penerangan jalan kawasan wisata Bira (Bantuan Keuangan Provinsi Sulsel 2020 ke Kabupaten Bulukumba) TA 2020 dengan nilai proyek Rp 20,8 miliar serta rehabilitasi jalan parkiran 1 dan pembangunan jalan parkiran 2 kawasan wisata Bira (Bantuan Keuangan Provinsi Sulsel 2020 ke Kabupaten Bulukumba) TA 2020 dengan nilai proyek Rp 7,1 miliar.

Saksikan video menarik berikut ini:

Original Source