Loading...
Loading…
Usai Diamankan KPK, Samin Tan Ditahan

Usai Diamankan KPK, Samin Tan Ditahan

Kriminal | jawapos | Selasa, 06 April 2021 - 18:00

JawaPos.com Bos PT. Borneo Lumbung Energi dan Metal, Samin Tan langsung ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah sebelumnya ditangkap di salah satu kafe kawasan M.H Thamrin, Jakarta Pusat. Pengusaha batubara itu sebelumnya merupakan daftar pencarian orang (DPO) selama satu tahun, sejak April 2020.

Senin, 5 April 2021, tim penyidik KPK melakukan penangkapan terhadap tersangka Samin Tan, pemilik perusahaan PT Borneo Lumbung Energi dan Metal. Setelah dilakukan pemeriksaan selanjutnya tim penyidik KPK melakukan penahanan Rutan terhadap tersangka SMT, sebagai pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1, kata Deputi Penindakan KPK, Karyoto dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (6/4).

Karyoto menyampaikan, penahanan terhadap Samin Tan dilakukan setelah penyidik memeriksanya secara intensif dalam kurun waktu 124 jam setelah dilakukan penangkapan. Samin Tan akan menjalani penahanan di Rumah Tahanan KPK Gedung Merah Putih untuk 20 hari ke depan.

Penahanan Rutan dilakukan pada tersangka untuk 20 hari pertama, terhitung sejak 6 April 2021 sampai dengan 25 April 2021 di Rumah Tahanan KPK Gedung Merah Putih, ucap Karyoto.

Jenderal polisi bintang dua ini menyatakan, sebelum dilakukan penahanan, Samin Tan terlebih dahulu akan menjalani isolasi mandiri guna menghindari penyebaran Covid-19.

Untuk tetap mengantisipasi penyebaran Covid 19 di lingkungan Rutan KPK, tersangka akan terlebih dulu dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK Cabang Kavling C1, ujar Karyoto.

Menuurut Karyoto, perkara yang menjerat Samin Tan merupakan pengembangan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 13 Juli 2018 di Jakarta. KPK sebelumnya telah menetapkan tiga orang tersangka yaitu Eni Maulani Saragih, Johannes Budisutrisno Kotjo dan Idrus Marham yang saat ini perkaranya telah berkekuatan hukum tetap.

Dalam kasus ini, Samin Tan diduga memberi uang Rp5 miliar kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih untuk kepentingan proses pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT).

Samin Tan meminta bantuan Eni untuk menyelesaikan masalah terminasi perjanjian PT AKT, anak usaha PT Borneo Lumbung Energy & Metal di Kalimantan Tengah.

Samin Tan disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Original Source

Topik Menarik