Loading...
Loading…
Hepatitis jadi Penyakit Menular Berbahaya, Kenali Cara Penularannya

Hepatitis jadi Penyakit Menular Berbahaya, Kenali Cara Penularannya

Kesehatan | inewsid | Sabtu, 03 Agustus 2019 - 02:34

JAKARTA, iNews.id - Hepatitis menjadi salah satu penyakit menular yang dapat berbahaya, khususnya jenis B, C dan D. Pasalnya jika tidak ditangani, jenis hepatitis tersebut bisa berkembang menjadi sirosis atau kanker hati.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, dr. Wiendra Waworuntu, MKes mengatakan, peradangan hati atau hepatitis disebabkan oleh virus hepatitis, perlemakan, parasit (malaria, amoeba), alkohol, obat-obatan, dan virus lain seperti dengue dan herpes.

"Cara penularannya untuk hepatitis A dan hepatitis E melalui kotoran atau mulut, sementara hepatitis B, C, dan D melalui kontak cairan tubuh. Misalnya ibu ke anak, anak ke anak, atau dari dewasa ke anak, transfusi darah dan organ yang tidak diskrining, penggunaan jarum yang tidak aman, hubungan seksual, serta kontak dengan darah," kata dr Wiendra Waworuntu seperti dikutip dari siaran pers yang diterima iNews.id, Sabtu (3/8/2019).

Dia menjelaskan, hepatitis memiliki ragam jenis atau tipe yaitu A, B, C, D dan E. Namun di Indonesia, kasus yang paling sering ditemukan adalah hepatitis A, B, dan C, dengan masa inkubasi yakni hepatitis A adalah 30 hari, hepatitis B 80 hari, serta hepatitis C 50 hari.

Baca Juga :
Cegah Cacar Monyet dan Hepatitis, Dokter Bilang Kuncinya Hidup Bersih

Pengendalian faktor risiko untuk menghindari dari penularan hepatitis B dan C dengan berperilaku hidup bersih sehat, tidak menggunakan alat pribadi secara bersama seperti gunting kuku, alat cukur dan sikat gigi, serta tidak menggunakan jarum suntik bersama, kata dr Wiendra.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Prof Dr dr I Dewa Nyoman Wibawa, SpPD, KGEH mengatakan, penderita hepatitis bisa dicegah dan diobati apabila ditangani secara cepat dan tepat.

"Penderita hepatitis A dapat sembuh dengan beristirahat dan konsumsi makanan bergizi seimbang. Selain itu, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti olah raga, cuci tangan sebelum makan, dan mencuci makanan sampai bersih," kata Dr I Dewa Nyoman.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, virus hepatitis B dengan metode penularan dari ibu ke anak atau secara vertikal memiliki kemungkinan sekitar 90 persen hingga 95 persen. "Perlu pemeriksaan dini pada ibu hamil dan pemberian imunisasi HBIg kurang dari 24 jam kelahiran," ujar dia. Kemudian untuk virus hepatitis C di Indonesia, kata dia, selain pengendalian faktor risiko penyakit, dilakukan juga pengobatan hepatitis C dengan obat Direct Acting Antiviral (DAA) yang memiliki tingkat kesembuhan hingga 97 persen.

Baca Juga :
Penularan Hepatitis Diduga Lewat Makanan

Original Source

Topik Menarik