1,7 Juta Anak Belum Diimunisasi Selama Pandemi Covid-19

Kesehatan | jawapos | Jumat, 13 Mei 2022 - 11:44
1,7 Juta Anak Belum Diimunisasi Selama Pandemi Covid-19

JawaPos.com Pandemi Covid-19 menurunkan minat orang tua membawa anaknya ke pusat layanan kesehatan untuk diimunisasi dasar. Selama 2 tahun sejak tahun 2019, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan ada 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi dasar.

Itu karena orang tua takut anaknya atau mereka tertular Covid-19 saat membawa ke layanan kesehatan. Data kami sebanuak 1,7 juta anak belum diimunisasi dasar selama pandemi, kata Menkes Budi dalam keterangan virtual, Kamis (12/5).

Karena itu Kemenkes akan mengejar percepatan layanan imunisasi untuk 14 imunisasi dasar termasuk campak, rubella, dan kanker serviks, dalam program BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) yang dimulai bulan Mei ini hingga Agustus. Mei akan dimulai di Aceh dan sebagian provinsi di Sumatera, lalu dilanjutkan Agustus untuk DKI Jakarta dan Pulau Jawa.

Sebagai persiapan imunisasi dasar, pemerintah bersiap memperluas layanan kesehatan primer dengan mereaktivasi sekitar 300 ribu Posyandu di seluruh Indonesia. Pasalnya, fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia saat ini jumlahnya masih sangat terbatas, sehingga belum bisa menjangkau seluruh masyarakat.

Sulit bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk memberikan layanan kesehatan ke 80 ribu desa, 514 kabupaten/kota di 34 provinsi, kalau kita hanya mengandalkan Puskesmas yang jumlahnya sekitar 10 ribuan, tidak akan cukup untuk menjangkau seluruh masyarakat, kata Menkes Budi.

Jumlah unit yang banyak, ditunjang dengan kader kesehatan yang terampil serta sarana dan prasarana yang baik, Menkes melihat posyandu memiliki potensi yang sangat besar untuk memperkuat sistem kesehatan di Indonesia. Menurutnya rebranding Posyandu ini, menjadi tantangan tersediri terutama di masa Covid-19.

Sebab, kata dia, tidak bisa dipungkiri operasional Posyandu sedikit terganggu saat pandemi. Dilaporkan jumlah kunjungan sasaran ke Posyandu menurun seiring dengan tingginya penularan dan penyebaran Covid-19.

Posyandu kita di masa pandemi jauh lebih menurun, data yang kita terima penurunanya sampai 70 persen lebih. Posyandu tidak bisa melakukan aktivitas karena pandemi Covid-19, ungkapnya.

Artikel Asli