Heboh Kinder Joy Tercemar Salmonella, Ini 5 Gejala Khas Sakit Tifus
JawaPos.com Cokelat telur Kinder asal Belgia dengan jenis Kinder Surprise ditarik dari peredaran di sejumlah negara di dunia. Hal itu karena cokelat telur ini mengandung bakteri Salmonella Typhosa penyebab penyakit tifus.
Demi kehati-hatian, di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menarik cokelat Kinder Joy, satu perusahaan, karena untuk mengecek cemaran bakteri yang sama.
Seseorang dengan penyakit tifus akibat kuman Salmonella, umumnya memiliki gejala khas. Ahli Spesialis Penyakit Dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam mengatakan sama seperti infeksi bakteri umumnya, gejala umum penyakit tifus umumnya memiliki gejala khas.
Pasien saat datang, bisa saja sudah dalam kondisi berat dan jika tak segera mendapatkan pengobatan bisa berujung fatal. Pengobatannya memang dengan infus dan antibiotik ya jika memang sudah berat dan harus dirawat di RS, ujarnya kepada JawaPos.com , Kamis (15/4).
Apa saja gejala tersebut?
Demam Tinggi
Pasien umumnya mengalami demam tinggi, umumnya demam dirasakan saat malam hari. Mulai sore ke malam, suhu tubuh pasien mulai naik. Bisa sampai di atas 38,5 ya
Nyeri di Perut
Karena ini merupakan penyakit pencernaan yang menyerang usus halus, maka pasien merasakan nyeri di daerah perut. Rasanya seperti kram perut atau melilit.
Mual-Muntah
Penyakit pencernaan ini umumnya dapat memicu pasien mual-muntah. Akibatnya, kehilangan nafsu makan.
Gangguan BAB
Pasien bisa mengalami susah BAB atau bahkan diare.
Dehidrasi
Jika sudah mengalami gejala-gejala itu, pasien bisa mengalami dehidrasi. Dan dalam kondisi berat seperti itu, pasien harus dirawat di RS.
Kapan harus ke dirawat di RS?
Prof Ari menjelaskan pasien tifus harus segera dirawat di RS jika kondisinya sudah berat. Ketika pasien mengalami demam tinggi, muntah-muntah, maka bisa terjadi dehidrasi. Nafsu makan menurun. Kondisi ini membuat pasien harus dirawat di RS. Minum obat juga pasti susah, muntah-muntah. Maka perlu diberikan antibiotik melalui infus, tambahan cairan melalui infus, atau tambahan makanan melalui infus, jelasnya.
Jika tak terlalu parah atau belum sampai dehidrasi, maka dokter cukup memberikan antibiotik saja. Dan pasien bisa rawat jalan di rumah. Maka segeralah ke dokter jika sudah mengalami gejala awal tersebut, jangan sampai terlanjur berat. (*)
