Cegah Kanker Paru dengan Olahraga Zumba, Ini Kata Dokter dan Denada

Kesehatan | jawapos | Published at Kamis, 25 November 2021 - 14:20
Cegah Kanker Paru dengan Olahraga Zumba, Ini Kata Dokter dan Denada

JawaPos.com Olahraga akan membuat tubuh lebih sehat dan bugar. Salah satunya mencegah berbagai penyakit seperti kanker. Ternyata, risiko kanker paru semakin meningkat akibat kurang olahraga dan paparan faktor eksternal seperti kualitas udara dan lingkungan.

Memperingati Bulan Kanker Paru Sedunia, penyanyi sekaligus Brand Ambassador Zumba di Indonesia, Denada Tambunan bersama dengan Komunitas Zumba ingin memberikan edukasi tentang menjaga kesehatan paru. Menurutnya, zumba bisa menjadi opsi olahraga yang baik untuk menjaga kesehatan paru.

Gerakannya yang energik memaksimalkan kinerja organ pernapasan, memenuhi kebutuhan oksigen, dan membantu saya untuk mencegah berbagai gangguan pernapasan, ujar Denada Tambunan dalam keterangan resmi, Kamis (25/11).

Sebagai instruktur olahraga, Denada Tambunan juga mendorong masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari mereka. Menurut American Lung Association, saat Anda berolahraga, jantung dan paru Anda bekerja lebih keras untuk memasok oksigen tambahan yang dibutuhkan otot Anda.

Jadi, selain memperkuat otot, olahraga juga membantu meningkatkan kapasitas paru Anda. Oleh karena itu, saya mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan pernapasan dengan mengikuti zumba, yang bisa dilakukan bersama di studio atau secara virtual tanpa harus keluar rumah, kata Denada.

Ia mengatakan paru-paru merupakan satu-satunya organ tubuh yang langsung berhubungan dengan dunia luar. Menjaga kesehatan paru menjadi hal yang wajib dilakukan karena kualitas udara dan oksigen yang kita terima menentukan produktivitas dan kualitas hidup seseorang.

Tentunya, rajin olahraga dapat membantu jaringan sel paru dan peredarannya ke otak, ujar Denada.

Hal itu dibenarkan oleh Dokter Spesialis Paru dr. Hasto Nugroho, Sp.P(K), FISR, MKM. Menurutnya, penyebab kanker paru adalah kualitas udara yang dihirup setiap hari. Hampir 80 persen kasus kanker paru berhubungan dengan rokok, sehingga langkah preventif untuk menghindari penyakit ini adalah dengan mengurangi paparan asap rokok dan bahan-bahan berbahaya seperti asap pabrik, bau cat, bensin, dan lainnya.

Secara fisiologis, kata dr. Hasto, fungsi paru mulai menurun saat seseorang menginjak usia 40 tahun. Penting sekali untuk menjalani pola hidup sehat agar dapat mempertahankan kesehatan paru dan terhindar dari berbagai gangguan pernapasan. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi, tidak merokok, dan rutin berolahraga minimal dua kali seminggu.

Saat berolahraga, otot antara tulang rusuk akan membesar dan berkontraksi. Kemudian, kantung udara di dalam paru bekerja dengan cepat untuk menukar oksigen dengan karbon dioksida. Dengan berolahraga secara rutin, kita dapat memperkuat daya tahan jantung, kata dr. Hasto.

Artikel Asli