Uji Gigitan Nyamuk Wolly, Pasrah Tangan Bentol-Bentol

Kesehatan | jawapos | Published at Minggu, 14 November 2021 - 17:24
Uji Gigitan Nyamuk Wolly, Pasrah Tangan Bentol-Bentol

JawaPos.com Bagaimana rasanya tinggal di wilayah yang menjadi lokasi pelepasan nyamuk Wolly? Tanpa ada populasi Wolly pun, nyamuk adalah serangga yang sangat mengganggu. Jangankan banyak, satu saja sering bikin jengkel. Apalagi jika kepak sayapnya mengeluarkan bunyi dengung yang keras.

Elly Uminingsih, orang tua asuh (OTA) nyamuk Wolly, mengungkapkan, sejak pelepasan Wolly, kian banyak nyamuk di kampungnya. Yang dikeluhkan warga itu nyamuknya jadi banyak, ujar penduduk Harjobinangun, Pakem, Sleman, itu pekan lalu.

Bahkan, ada warga yang mengeluhkan sakitnya gigitan nyamuk pasca pelepasan Wolly. Konon, gigitannya makin sadis. Namun, sejauh ini tidak ada laporan kasus DB di kampung Elly. Kalau sebelumnya itu beberapa kali ada yang kena DB, ungkapnya.

Lazim jika hinggap pada tubuh manusia, nyamuk akan menggigit. Demikian pula Wolly. Tapi, apakah gigitan Wolly berbahaya? Tentang itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Sleman Dulzaini punya jawabannya. Gigitan Wolly aman bagi manusia.

Dia pernah tiga kali mendonorkan darah-nya untuk Wolly. Dulzaini merelakan tangannya berada di kandang Wolly selama 15 menit. Di dalam kandang itu ada sekitar 600 Wolly. Saya malah kasih makan nyamuk Wolly tiga kali, tuturnya.

Setelah tiga kali merelakan tangannya bentol-bentol, dia berani menyatakan kepada masyarakat bahwa Wolly aman. Kalau tidak aman, dalam tiga hari saya akan sakit, ujarnya.

Dulzaini tidak sendiri. Rekan-rekannya di Dinas Kesehatan Pemda Sleman pun punya pendapat yang sama. Mereka memang tidak seekstrem Dulzaini yang memberi makan Wolly, tapi mereka sempat merelakan diri untuk digigit. Beda dengan kalau digigit nyamuk di kebun, gatal minta ampun, katanya menirukan ucapan rekan-rekan kerjanya.

Sementara itu, Site Manager WMP Ridwan menanggapi laporan warga Harjobinangun tentang gigitan nyamuk yang ganas dengan antusias. Itu artinya, nyamuk-nyamuk liar telah berkembang biak. Dia berharap di antaranya ada keturunan Wolly. Karena tidak ada perbedaan anatomi nyamuk juga, terangnya.

Artikel Asli