Baru Lima Kali Pelepasan si Wolly, Kasus DB Turun Signifikan

Kesehatan | jawapos | Published at Minggu, 14 November 2021 - 16:19
Baru Lima Kali Pelepasan si Wolly, Kasus DB Turun Signifikan

JawaPos.com Dampak penurunan angka kasus DB sangat besar. Dengan turunnya angka kasus, beban ekonomi akibat wabah juga berkurang. Baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Pemanfaatan teknologi nyamuk Wolly membantu pemerintah menghemat anggaran kesehatan.

Saat ini, Pemda Sleman menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak positif Si Wolly Nyaman. Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Sleman Dulzaini menerangkan bahwa Si Wolly Nyaman merupakan singkatan dari Wolbachia nyamuk aman cegah DB di Sleman.

Kami satu-satunya di Asia Tenggara yang kini menerapkan teknologi Wolbachia. Menjadikannya program pemda, paparnya saat dijumpai Jawa Pos pada Rabu (10/11).

Program tersebut melengkapi berbagai metode pemberantasan nyamuk penyebab DB. Di antaranya fogging dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Jumlah kasus DB di Sleman mulai menurun drastis, terangnya.

Pada 2020 jumlah kasus DB di Sleman mencapai 810. Jumlahnya menurun drastis hingga hanya 199 kasus per 10 November 2021. Dia menyatakan, bisa jadi penurunan itu terjadi karena teknologi nyamuk Wolly. Namun, yang perlu menjadi catatan, ini belum meyakinkan, paparnya.

Mengapa demikian? Sebab, program Si Wolly Nyaman masih berlangsung. Dari 12 kali jadwal pelepasan Wolly, WMP baru melakukan lima kali. Belum tuntas pelepasannya. Kalau sudah selesai pelepasannya baru bisa yakin, lanjut Dulzaini.

Dia juga mengimbau masyarakat Sleman tidak sepenuhnya bergantung pada Si Wolly Nyaman. Berbagai program pemberantasan, terutama PSN, harus tetap berjalan. Karena sudah ada mobilitas. Bisa jadi orang dari luar mengidap DB, masuk Sleman, lalu menulari, ujarnya.

Dulzaini menyebut, dampak Si Wolly Nyaman yang paling penting adalah penghematan anggaran. Termasuk, biaya fogging dan PSN. Kalau kasus menurun, tentunya jumlah dan intensitas fogging atau pengasapan dikurangi, paparnya.

Dalam program fogging, menurut dia, ada tiga hal yang menyedot anggaran. Bahan bakar, insektisida, dan tenaga kerja.

Terpisah, Site Manager WMP Ridwan menyatakan bahwa populasi Wolly di Sleman belum mencapai 80 persen. Artinya masih banyak nyamuk liar atau yang bukan Wolly, terangnya.

Nantinya, setelah populasi Wolly mencapai 80 persen, WMP memastikan bahwa pihaknya tidak perlu lagi melakukan pelepasan. Wolly akan berkembang biak dengan sendirinya dan mencegah DB seterusnya, ucapnya.

Artikel Asli