Penyebab Jantung Berdegup Kencang Saat Stres

jawapos | Kesehatan | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 11:45
Penyebab Jantung Berdegup Kencang Saat Stres

JawaPos.com Ketika seseorang mengalami stres atau tegang karena sesuatu, tanda yang paling jelas yang dialami adalah jantung berdetak cepat serta muncul keringat dingin. Kondisi itu ternyata situasi yang wajar dialami tubuh.

Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS.Jiwa.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor, RS Siloam Bogor dr. Lahargo Kembaren, SpKJ mengatakan, setiap orang akan memberikan respons stres yang berbeda dalam menghadapi stresor yang terjadi dalam hidupnya. Respons stres ini sebenarnya bertujuan menyelamatkan kita, memberikan kesiapsiagaan dalam menghadapi suatu tantangan.

Pada saat sedang stres, tubuh mengeluarkan berbagai hormon seperti kortisol dan adrenalin yang membuat jantung berdetak lebih cepat dan kuat, katanya kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Ia menambahkan saat tubuh sedang stres bisa meningkatkan aliran darah, mengencangkan otot-otot, dan menyiagakan seluruh panca indera. Ini semua terjadi bertujuan agar kita siap menghadapi ancaman atau tantangan yang ada di depan kita.

Kondisi ini membuat kita kuat berdiri saat presentasi, membuat kita bisa lebih konsentrasi dalam belajar daripada menonton TV, membuat kita berlari lebih kencang dalam sebuah perlombaan. Jadi sebenarnya stres cukup baik juga ya bagi hidup kita, jelasnya.

Akan tetapi, stres ternyata juga bisa berdampak negatif apabila terjadi dalam porsi yang lebih besar dan waktu yang lebih lama serta kurangnya baiknya manajemen stres yang dimiliki oleh seseorang. Tidak jarang stres yang berdampak negatif ini berujung pada masalah atau gangguan kejiwaan.

Jadi stres ada 2 bentuk, apa saja?

1. Stres Positif (Eustress)

Situasi ini mendorong seseorang untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Sehingga seseorang mengeluarkan potensi terbaiknya.

2. Stres Negatif (Distress)

Saat seseorang tidak memiliki manajemen stres yang baik sehingga menyebabkan munculnya berbagai masalah psikologis. Akhirnya menyebabkan terganggunya fungsi dan produktivitas.

Artikel Asli