Kelelahan Bekerja di Rumah Pengaruhi Kesehatan Mental, Ini 3 Solusinya

jawapos | Kesehatan | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 10:51
Kelelahan Bekerja di Rumah Pengaruhi Kesehatan Mental, Ini 3 Solusinya

JawaPos.com Selama pandemi Covid-19, seseorang lebih banyak bekerja dari rumah agar aman dari penularan Covid-19. Karena merasa bisa santai di rumah, maka bisa saja bekerja sampai kebablasan akhirnya kelelahan.

Padahal, ada batas yang jelas antara menjadi produktif dan toxic productivity . Toxic productivity adalah istilah lain dari overworking atau workaholic. Dan kata-kata yang menggambarkan sebagai pribadi yang terlalu banyak bekerja hingga mengesampingkan istirahat.

Toxic productivity itu memunculkan rasa bersalah kalau tidak mengerjakan sesuatu. Ujung-ujungnya, mengalami burnout atau kelelahan yang membahayakan kesehatan, dan itu harus dihindari, kata psikolog, salah satu psikolog Riliv, Graheta Rara Purwasono, dalam keterangan tertulis Riliv baru-baru ini.

Pada akhirnya, tidak ada quality time bersama teman dan keluarga. Apalagi, waktu untuk me-time karena terlalu sibuk untuk bekerja setiap saat.

Namun, jangan khawatir. Selalu ada solusi untuk segala permasalahan, termasuk toxic productivity. Apa saja?

1. Buat batasan yang jelas

Ketika pekerjaan adalah satu-satunya hal yang berputar dalam pikiran, maka sulit untuk memikirkan hal lain yang sama pentingnya.

Apa contohnya? Mendapatkan istirahat yang berkualitas, atau menghabiskan waktu bersama keluarga terkasih.

Nah, Anda bisa menentukan batasan yang mengubah mindset-mu dari yang hanya memikirkan pekerjaan ke hal-hal lain yang berarti dalam hidup, seperti tidak boleh bekerja selama tiga jam tanpa diselingi break. Harus quality time dengan keluarga di minggu ini. Harus tidur cukup selama 8 jam setiap hari

2. Terapkan professional detachment

Ini khusus buat Anda yang meeting lima kali dalam sehari, atau lebih. Ingat, ada yang lebih penting daripada pekerjaan, dan itu adalah kesehatan fisik dan mental sendiri.

Pahami bahwa menjadi pekerja bukanlah identitasmu satu-satunya. Anda bukan hanya seorang pekerja, tetapi juga orang tua, pacar, teman, dan lain sebagainya. Saat Anda menerapkan professional detachment, Anda memperlakukan pekerjaan sebagai sesuatu yang akan kamu tangani setelah menjalankan tanggung jawab lain di luar itu.

3. Praktikkan mindfulness

Sudah bukan menjadi rahasia lagi kalau mindfulness dapat membantu berhubungan dengan dunia dengan cara yang lebih sehat. Melalui mindfulness , kamu akan lebih mudah untuk menyadari apa yang dibutuhkan oleh tubuh dan pikiran. Dan hal itu bukan toxic productivity.

Kamu dapat menerapkan mindfulness dengan meditasi. Mudah dan praktis. Hanya perlu duduk diam, pejamkan mata, dan pikiran akan dijernihkan.

Mulai sekarang, yuk, tinggalkan toxic productivity . Produktivitas yang baik adalah produktivitas yang memberimu waktu untuk beristirahat, dan pada saat yang bersamaan, mendorongmu untuk mencapai tujuan dengan cara yang sehat, jelasnya.

Artikel Asli