Khasiat Jambu Biji Bantu Dongkrak Kadar Trombosit

jawapos | Kesehatan | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 07:48
Khasiat Jambu Biji Bantu Dongkrak Kadar Trombosit

Jambu biji kerap disarankan untuk dikonsumsi penderita demam berdarah (DB). Penyakit yang biasa mewabah saat pancaroba itu memang disebabkan oleh virus dengue. Dampak penurunan trombosit pada DB dapat kembali dinaikkan dengan jambu biji.

KEILMUAN sudah memastikan jambu biji yang bernama ilmiah Psidium guajava dari suku Myrtaceae itu sebagai salah satu sumber penting obat alam. Populer dengan nama guava, sejarah mencatat pemakaian bagian tanaman jambu biji untuk kesehatan. Dalam etnomedisin, cairan yang mengalir dari daun jambu biji yang dihancurkan dipakai untuk pengobatan pada luka, bisul, bagian yang terserang rematik, hingga kulit yang mengalami infeksi.

Catatan khasiat jambu biji pun beragam. Misalnya, pelindung fungsi liver, antikanker, penurun kadar gula darah, penurun demam, imunomodulator, antimalaria, antijamur, dan antimikroba. Khasiat pengendalian kadar gula darah disebabkan terdapatnya serat. Unik, guava berkhasiat untuk mengerutkan dan mengontraksikan semua jaringan yang terbuka pada tubuh. Termasuk karena adanya luka.

Kandungan vitamin dan mineral alamiah bersinergi dengan zat bioaktif. Ada vitamin B seperti tiamin, riboflavin, dan niasin. Vitamin B3 ada dalam jumlah sedikit, ini penting untuk pengendalian proses penuaan. Kandungan mineralnya, antara lain, kalsium, fosfor, zat besi, dan magnesium. Magnesium penting untuk kesehatan saraf dan relaksasi otot.

Bahan-bahan yang berkhasiat itu ditemukan pada bagian tanaman. Mulai kulit batang, daun, hingga buah. Pada kulit batang, ada senyawa fenolik yang berkhasiat sebagai antibakteri kuat, mengobati sakit perut dan antidiare.

Riset menunjukkan, daging buah jambu biji mengandung asam askorbat dan karoten. Karoten adalah likopen dan betakaroten yang bekerja sebagai antioksidan. Fungsinya, meningkatkan dan memperbaiki kesehatan sel sehingga imunitas tubuh meningkat. Imunitas yang kuat mempercepat penyembuhan infeksi virus dengue. Rasa buah jambu biji juga enak. Bau dan rasanya khas. Ada yang berwarna putih, kuning, dan merah.

Pucuk daun muda jambu biji berdasar pengalaman pemakaian dikenal untuk diare. Itu didukung adanya kandungan asam galat, katekin, epikatekin, rutin, dan flavonoid pada daun. Memang dukungan ilmiah pemakaian daun khusus untuk gangguan saluran cerna sudah banyak. Tidak hanya itu saja manfaat daun jambu biji.

Kandungan dalam Daun Jambu Biji

Sebelum buah populer, daun jambu biji sudah dipakai pada pengobatan demam berdarah. Menarik hasil penelitian pada 2017 oleh peneliti Indonesia. Penelitian itu terkait dengan menurunnya kadar trombosit dalam darah pasien demam berdarah dengue. Yaitu, uji kandungan zat daun jambu biji bernama trombinol yang dilakukan pada cell line, yaitu biakan sel liver manusia yang mengalami kanker.

Hasilnya menunjukkan terjadinya peningkatan ekspresi trombopoietin. Itu adalah protein yang disekresikan oleh liver dan ginjal yang berperan pada pembentukan trombosit. Walaupun belum dilakukan uji klinis, hasil penelitian tersebut dapat menguatkan pemanfaatan daun itu untuk terapi penunjang pada kasus demam berdarah dan kasus kesehatan lain yang berhubungan dengan menurunnya jumlah trombosit.

Kandungan dalam Kulit Batang Jambu Biji

Apakah benar kandungan zat pada tanaman jambu biji bekerja melawan virus dengue? Untuk mengetahuinya, dilakukan uji pada kulit batang pohon jambu biji. Hasilnya tertulis dalam artikel jurnal pada 2019. Penelitian dilakukan oleh peneliti perguruan tinggi di Kolumbia secara in vitro dan in silico. In vitro berarti percobaan dilakukan di luar tubuh makhluk hidup. In silico adalah eksperimen yang dilakukan dengan bantuan perangkat lunak komputer, bukan di laboratorium. Sasaran studi adalah senyawa apa yang memang berkhasiat.

Bahan dibuat ekstrak dan dipisahkan lebih lanjut menjadi fraksi. Tiap fraksi diikuti uji toksisitas, lalu diperiksa indeks selektivitas. Hasilnya, ditemukan lima senyawa, yaitu asam galat, katekin, naringin, kuersetin, dan hesperidin. Uji antivirus dengue dilakukan terhadap semua kandungan zat itu. Hesperidin memiliki nilai indeks selektivitas kecil, artinya efektivitas dan keamanan paling kecil dibandingkan zat lain.

Semua zat itu diuji aktivitasnya terhadap penyakit demam dengue, juga dengan simulasi komputer. Yang diamati adalah hambatan pada enzim yang berperan pada perkembangbiakan virus. Hasilnya, senyawa selain hesperidin menunjukkan aktivitas menghambat perbanyakan virus. Senyawa katekin sangat menjanjikan dengan persentase hambatan yang lebih tinggi dari 90 persen.

Hasil penelitian itu memberikan informasi kerja zat kandungan kulit batang terhadap virus dengue. Zat yang sama pada bagian lain tanaman tersebut tentu punya khasiat yang sama. Penelitian itu juga membuktikan, kerja bareng semua zat tersebut menunjukkan hasil yang lebih optimal.

Buah dan daun jambu biji aman bila dikonsumsi secara tidak berlebihan. Belum ada data untuk wanita hamil dan menyusui. Sebaiknya berhati-hati. (*)

MENGONSUMSI JAMBU BIJI

BUAH:

Makan buah jambu biji sesering mungkin sangat baik untuk kesehatan.

Untuk meningkatkan imunitas saat sakit, buatlah jus dari sebuah jambu, dua sampai tiga kali sehari.

Upayakan mengonsumsi jus guava segar buatan sendiri.

DAUN MUDA JAMBU BIJI

Rebus 57 lembar daun muda jambu biji dalam 500 ml air dengan api sedang hingga mendidih.

Minumlah 250 ml rebusan sehari saat sakit.

Bisa pula daun ditumbuk, lantas peras dengan tambahan air sedikit demi sedikit.

Minumlah 150 ml sekali sehari saat sakit.


*) Prof Dr apt Mangestuti Agil MS , Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi, Fakultas Farmasi Universitas Airlangga

Youtube: Kanal Kesehatan Prof Mangestuti

Artikel Asli