Meski 3 Lapis, Efektivitas Masker Kain Cegah Covid-19 hanya 37 Persen

jawapos | Kesehatan | Published at 13/09/2021 11:51
Meski 3 Lapis, Efektivitas Masker Kain Cegah Covid-19 hanya 37 Persen

JawaPos.com Masker bedah atau medis diyakini lebih efektif mencegah Covid-19 dibanding masker kain. Sebab penelitian terbaru menunjukkan bahwa efektivitas masker kain mencegah Covid-19, meskipun 3 lapis, hanya 37 persen. Sementara masker bedah 76 persen.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature, masker bedah sangat protektif, tetapi masker yang terbuat dari kain gagal. Peneliti penyakit menular Ashley Styczynski dari Sanford University di California, dan rekan penulis pracetak meneliti kemanjuran masker bedah dan kain.

Perpustakaan Kedokteran Nasional juga menunjukkan keampuhan pemakaian masker bedah sebagai perlindungan terhadap Covid-19. Berbagai penelitian ini mengambil satu langkah lebih jauh dalam hal ketelitian ilmiah, jelas peneliti medis Deepak Bhatt, di Harvard Medical School di Boston, Massachusetts, seperti dilansir dari Science Times, Senin (13/9).

Selain itu, menurut rekan penulis studi tersebut, ekonom Mushfiq Mobarak, dari Universitas Yale di New Haven, Connecticut, data menunjukkan bahwa bahkan setelah 10 kali pencucian, masker bedah mampu menyaring sekitar 76 persen partikel kecil yang mampu terbawa udara. Sebaliknya, para peneliti menemukan bahwa masker kain tiga lapis memiliki kemanjuran penyaringan hanya 37 persen sebelum digunakan atau dicuci.

Penelitian di Bangladesh mendukung hasil ratusan penelitian dan penelitian laboratorium sebelumnya. Namun, temuan terbaru didasarkan pada uji coba secara acak yang melibatkan hampir 350 ribu orang di seluruh Bangladesh.

Penulis penelitian menemukan bahwa masker bedah, mengurangi penyebaran Covid-19 di desa-desa. Para peneliti mengklaim bahwa masker bedah dijamin efektif sementara kain kurang efektif.

Penelitian ini pada akhirnya meningkatkan penggunaan masker hingga tiga kali lipat. Dari hanya 13 persen di desa kontrol menjadi 42 persen di desa yang dipromosikan.

Penulis penelitian kemudian membandingkan jumlah kasus Covid-19 di desa kontrol dan komunitas pengobatan. Selanjutnya, peneliti menemukan bahwa jumlah kasus tanpa gejala lebih rendah di desa perlakuan dibandingkan dengan di desa kontrol.

Masker bedah dianjurkan tetap menjadi perlindungan yang sangat penting di Bangladesh, serta di negara-negara berpenghasilan rendah. Apalagi sampai saat ini belum semua negara mendapatkan akses vaksin.

Artikel Asli