Cegah Ancaman Radang Paru-Paru Akut pada Anak dengan Vaksin Pneumonia

jawapos | Kesehatan | Published at 20/07/2021 15:31
Cegah Ancaman Radang Paru-Paru Akut pada Anak dengan Vaksin Pneumonia

JawaPos.com Penyakit pneumonia menyerang paru-paru, tak terkecuali pada anak. Era pandemi Covid-19 orang tua diingatkan pentingnya untuk mulai sadar imunisasi vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) untuk mencegah pneumonia pada anak.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia berada di peringkat ke-7 di dunia sebagai negara dengan beban pneumonia tertinggi menurut data World Health Organization (WHO) pada 2017. Pasalnya, terdapat 25.481 kematian balita karena infeksi pernapasan akut atau 17 persen dari seluruh penyebab kematian balita di Indonesia. Pneumonia menempati peringkat kedua penyebab kematian balita di Indonesia, setelah persalinan (premature) dengan prevalensi 15,5 persen.

Pneumonia sebagai penyakit peradangan akut pada paru-paru yang membuat paru-paru dipenuhi dengan cairan dan sel radang ini sangat membuat khawatir, apalagi di tengah pandemic Covid-19. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan serius dan tidak jarang menyebabkan kematian.

Tak hanya anak-anak, penyakit ini juga kerap diderita oleh lansia dan sering terlambat disadari karena gejala awalnya yang sulit dibedakan dengan penyakit pernapasan lain yang ringan seperti pilek dan selesma (common cold). Akibatnya, banyak anak-anak yang mengidap pneumonia tidak mendapatkan perawatan yang seharusnya dan berdampak fatal pada kesehatan mereka.

Beragam faktor menjadi penyebab pneumonia, seperti belum terpenuhinya ASI ekslusif (54 persen), berat badan lahir rendah (10,2 persen), belum imunisasi lengkap (42,1 persen), serta polusi udara di ruang tertutup dan rumah yang padat. Pada 2018, 19.000 (16 persen) balita atau 2 balita/jam meninggal karena pneumonia.

Pada 2019 secara global, Save the Children mencanangkan kampanye pneumonia pada anak melalui upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya pneumonia di Indonesia. STOP Pneumonia adalah kampanye terintegrasi yang menyasar pada kesadaran untuk mengubah perilaku guna mengatasi pneumonia pada anak kepada masyarakat luas, sosialisasi ke para pemangku kepentingan, mobilisasi sosial, dan kampanye parenting untuk menguatkan peran ayah di dalam keluarga.

Kami bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan dukungan Pfizer melalui acara kampanye Ayo Imuniasasi STOP Pneumonia mengajak pemangku kepentingan dan orang tua untuk menjadikan Hari Anak Nasional 2021 dan pencanangan vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) oleh Kemenkes di 2021 sebagai upaya bersama dalam mencegah kematian anak akibat pneumonia. Kami berharap, pneumonia the silent killer pada anak dapat berkurang ke depannya, jelas CEO Save the Children Indonesia, Selina Sumbung dalam keterangan tertulis, Selasa (20/7).

Lagu STOP Pneumonia juga diciptakan untuk membangun kesadaran kita semua terhadap penyakit pneumonia sebagai the silent killer atau the forgotten killer. Utamanya pada anak-anak serta cara-cara pencegahannya.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemahaman masyarakat tentang bahaya pneumonia dan bagaimana mencegahnya dengan melakukan imunisasi demi tumbuh kembang anak yang optimal, ujar Policy & Public Affairs Director Pfizer Indonesia, Bambang Chriswanto.

Artikel Asli