Vaksin Merah Putih Unair Siap Uji Praklinis II

Kesehatan | jawapos | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 12:12
Vaksin Merah Putih Unair Siap Uji Praklinis II

JawaPos.com Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memastikan pembuatan vaksin Merah Putih terus berjalan. Saat ini bahkan ada yang memasuki uji praklinis tahap II.

Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbudristek Nizam menegaskan, pemerintah terus mendorong percepatan penelitian vaksin Merah Putih. Saat ini semua berjalan on the track.

Vaksin yang diteliti Universitas Airlangga (Unair), misalnya. Menurut dia, tahapannya sudah memasuki fase praklinis II. Sudah pada praklinis, terus meningkat untuk maju ke proses uji klinis. Mudah-mudahan ini segera berhasil, ujarnya dalam serah terima penggunaan mobile vaccinator Ditjen Dikti kepada Pemprov DKI kemarin (6/7).

Dia berharap pengembangan vaksin itu memiliki efikasi tinggi. Mengingat, vaksin yang dikembangkan di Unair menggunakan strain lokal. Basisnya adalah virus lokal. Diharapkan bisa lebih ampuh. Efikasinya lebih tinggi agar dapat mengatasi Covid-19 di Indonesia, ungkapnya.

Secara terpisah, Rektor Universitas Airlangga (Unair) Prof Mohammad Nasih mengatakan, saat ini tim peneliti vaksin Merah Putih platform Unair terus berfokus di laboratorium. Ada sedikit penyesuaian jadwal dan tahapan, tetapi tidak signifikan.

Kami optimistis pertengahan Agustus bisa uji klinis tahap I. Insya Allah, katanya kepada Jawa Pos kemarin.

Ketua Tim Peneliti Vaksin Merah Putih Unair Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih menambahkan, saat ini timnya mempersiapkan uji praklinis tahap II di hewan besar makaka. Yakni, hewan sejenis kera yang memiliki struktur organ menyerupai manusia. Makaka disediakan oleh Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB), ujarnya.

Saat ini dilakukan skrining terhadap 40 hewan makaka yang akan digunakan sebagai hewan coba lanjutan. Sebelumnya, tim Unair menyelesaikan uji praklinis tahap I di hewan kecil transgenic mice. Uji praklinis tahap I menunjukkan hasil yang bagus, ungkap dia.

Skrining terhadap 40 hewan makaka tersebut diperlukan untuk memastikan bahwa hewan itu bebas dari penyakit infeksi seperti tuberkulosis (TB) dan lain-lain. Setelah itu, masuk ke tahap penyuntikan vaksin Merah Putih platform Unair. Skrining terhadap hewan besar makaka ini dilakukan oleh PSSP IPB. Sebab, kami membeli hewan coba makaka di IPB. Sudah ada 40 hewan yang diskrining untuk memenuhi standar tersebut, terangnya.

Nyoman menjelaskan, vaksin Merah Putih platform Unair yang saat ini masuk uji coba praklinis tahap II menggunakan metode inactivated virus. Virus yang digunakan dalam pembuatan vaksin adalah varian yang menginfeksi pasien Indonesia. Harapannya, vaksin tersebut memiliki tingkat efikasi yang tinggi.

Ya, kami menggunakan varian yang menginfeksi pasien Indonesia. Termasuk varian baru, ujarnya.

Target Vaksinasi

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya diminta Presiden Joko Widodo untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19 sebanyak 1 juta suntikan bulan ini. Lalu, ditingkatkan menjadi 2 juta pada Agustus. Kalau perlu dinaikkan sampai 5 juta, ucap Budi.

Untuk memenuhi tuntutan itu, Budi menegaskan bahwa vaksin harus terus tersedia. Bulan ini pemerintah mendatangkan 31 juta dosis vaksin. Jadi, kira-kira dengan 31 juta dosis, harusnya (target) bisa tercapai, bebernya. Pada Agustus juga akan ditambah lagi 45 juta dosis vaksin.

Kecepatan distribusi vaksin, kata dia, juga makin baik. Awalnya, 10 juta vaksinasi pertama tercapai dalam waktu delapan minggu. Lalu, 10 juta kedua dalam empat minggu. Terakhir, 10 juta vaksinasi dapat dicapai dalam dua minggu. Kita sudah menembus 1 juta suntikan. Menurut pengamatan saya, ada tiga hari yang kita dapat menembus 1 juta suntikan, ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono meninjau serbuan vaksinasi di Markas Komando Pasukan Marinir 1, Marunda, Jakarta Utara, kemarin. Dalam agenda itu, tidak kurang dari 1.500 masyarakat divaksin. Tenaga kesehatan kami bekerja sama dengan Yayasan Dharmais hari ini (kemarin, Red) menyiapkan 1.500 vaksin. Namun, karena animo masyarakat di sekitar sini banyak yang ingin divaksin, jadi akan kita perpanjang bisa sampai besok (hari ini, Red), terang Yudo.

Artikel Asli