Kamis Dini Hari Nanti Sudah Tak Boleh Mudik, Ini Aturan dan Sanksinya

beritasatu | Kesehatan | Published at 05/05/2021 10:42
Kamis Dini Hari Nanti Sudah Tak Boleh Mudik, Ini Aturan dan Sanksinya

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19, pemerintah telah menerbitkan aturan tentang pelarangan mudik Lebaran berlaku mulai tanggal 6-17 Mei 2021. Pelarangan mudik ini berdasarkan Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Sesuai ketentuan ini, maka mulai Kamis (6/5/2021) dini hari nanti, tidak boleh lagi ada warga yang melakukan mudik, kecuali dengan alasan tertentu yang juga diatur dalam ketentuan tersebut.

Pengecualian bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan saat larangan mudik Lebaran 2021 sesuai Surat Edaran Satgas Nomor 13 Tahun 2021, yaitu:

Yang bekerja atau perjalanan dinas untuk ASN, pegawai BUMN, pegawai BUMD, TNI, Polri, pegawai swasta yang dilengkapi surat tugas dengan tanda tangan basah dan cap basah dari pimpinannya2. Kunjungan keluarga yang sakit3. kunjungan duka anggota keluarga yang meninggal dunia4. Ibu hamil dengan satu orang pendamping5. Kepentingan melahirkan maksimal dua orang pendamping, serta pelayanan kesehatan yang darurat.

Pengecualian kendaraan yang boleh melakukan perjalanan selama larangan mudik Lebaran 2021:1. Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI2. Kendaraan dinas operasional, berpelat dinas TNI-Polri3. Kendaraan dinas operasional petugas jalan tol4. Kendaraan pemadam kebakaran, ambulan, dan mobil jenazah5. Mobil barang dan tidak membawa penumpang6. Kendaraan untuk kesehatan darurat, ibu hamil dan keluarga intinya akan mendampingi7. Kendaraan yang mengangkut repatriasi pekerja imigran Indonesia, WNI, pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Untuk wilayah perkotaan, ada beberapa daerah yang masih boleh melanjutkan atau melakukan kegiatan pergerakan adalah:1. Aglomerasi Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo2. Aglomerasi Jabodetabek3. Bandung Raya4. Semarang-Kendal-Demak-Ungaran-Purwodadi5. Yogyakarta Raya6. Solo Raya7. Gerbang Kerto Susilo (Gersik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo)8. Makassar-Takalar-Maros.

Sanksi:Bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan, tidak memenuhi persyaratan melakukan perjalanan, itu akan diputar balik. Khusus pada kendaraan travel akan dilakukan tindakan tegas oleh kepolisian baik berupa penilangan atau sesuai UU yang ada.

Pengecualian kendaraan pada angkutan penyeberangan di Merak-Bakaheuni, Ketapang-Gilimanuk, Padang Bai-Lembar, Kayangan-Pototano dan yang lain, yakni:1. Kendaraan pengangkut logistik atau barang pengangkut kebutuhan pokok2. Kendaraan pengangkut obat-obatan dan alat kesehatan3. Kendaraan pengangkut petugas operasional dan petugas penanganan Covid-194. Kendaraan pemadam kebakaran, ambulan, dan mobil jenazah.

Masyarakat yang masih berani melanggar aturan, maka akan dikenakan sanksi yang sangat tegas, dan ini sanksinya:

Yakni masyarakat yang ingin mudik menggunakan mobil pribadi akan diputarbalikkan sesuai Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021.Mobil pribadi yang mengangkut penumpang atau travel gelap akan dikenakan sanksi kurungan penjara dua bulan atau denda Rp 500.000 sesuai Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.

Kemudian berlaku sanksi bagi mobil angkutan barang yang mengangkut penumpang akan dikenakan sanksi kurungan pidana paling lama 1 bulan atau denda maksimal Rp 250.000 sesuai Pasal 303 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009. [Jeis Montesori]

Artikel Asli