Serba-serbi Haid Pertama, Antipanik Hadapi Menarke

Kesehatan | jawapos | Published at Senin, 05 April 2021 - 07:48
Serba-serbi Haid Pertama, Antipanik Hadapi Menarke

TIBA-TIBA, terlihat bercak darah di celana dalam. Aduh… pasti kaget dong! Bagi perempuan, menstruasi kadang tak nyaman. Tapi, mens itu normal kok. ”Menstruasi menunjukkan organ reproduksi berfungsi. Dinding rahim yang berisi pembuluh darah dan lendir luruh karena tidak ada pembuahan,” kata dr Hanny Aditanzil Sugianto SpOG.

Spesialis obgyn RS Katolik St Vincentius a Paulo, Surabaya, itu menjelaskan bahwa menstruasi pertama alias menarke (menarche) umumnya terjadi pada awal usia remaja. Sesuai dengan pepatah, sedia payung sebelum hujan. ”Anak dan orang tua harus tahu apa yang terjadi ketika menstruasi. Jadi, tidak ada kebingungan atau risi,” tegas dr Hanny. Yuk, cari tahu tentang menarke!

Kapan sih seseorang mendapatkan menstruasi pertamanya?

Merujuk penelitian terkini, menstruasi pertama terjadi pada rentang usia 10–15 tahun.

Kenapa menarke bisa datang lebih awal?

Dulu, sekitar satu–dua dekade lalu, kebanyakan anak perempuan mulai mens saat SMP. Tapi, sekarang banyak anak SD yang sudah mengalami mens. Status gizi seorang anak ikut menentukan. Anak-anak yang mengalami obesitas cenderung mengalami menstruasi lebih awal.

Apa saja penanda seseorang akan mendapatkan mens pertama?

Menstruasi adalah pubertas primer. Nah, menarke akan diawali pubertas sekunder. Cirinya, muncul bulu halus di ketiak dan kelamin, payudara yang mulai tumbuh, serta pinggul yang perlahan makin lebar. Yang paling terlihat, tinggi badan kita akan bertambah! Jangan heran, di SD atau SMP, banyak perempuan yang tingginya melebihi laki-laki.

Saat menstruasi, perempuan membutuhkan pembalut. Pilihan pembalut banyak sekali. Bagaimana cara memilihnya?

Pembalut yang baik adalah yang mampu menyerap darah menstruasi dan nyaman dipakai. Dan, yang paling penting, pembalut tak menimbulkan reaksi alergi (seperti gatal atau nyeri) ketika dipakai. Untuk yang baru mengalami mens pertama, pilih pembalut dengan panjang 22–25 cm agar tak terasa mengganjal. Dokter Hanny menyarankan penggunaan pembalut yang bersayap agar tak mudah bergeser ketika beraktivitas.

Bagaimana sih cara memakai pembalut yang tepat?

Pasang pembalut di pakaian dalam. Usahakan tepat di tengah, lepas sisi belakang, lalu rekatkan agar tak bergeser. Jangan lupa ganti setiap 3–4 jam ya. Sebab, pembalut yang lembap bisa menjadi tempat tinggal bakteri dan jamur serta menimbulkan bau.

Perubahan apa saja yang terjadi setelah menarke?

Menstruasi menjadi penanda organ reproduksi kita mulai bekerja. Setelah mendapatkan menarke, seorang perempuan bisa hamil dan melahirkan. Perempuan dan laki-laki yang sudah pubertas WAJIB menjaga pergaulan yang sehat. Berteman dengan lawan jenis boleh saja. Tapi, harus tahu batasan, mana yang boleh dan tak boleh dilakukan. Sehingga, tak terjerumus pada kehamilan yang tak direncanakan. (*)

HARUS TAHU!

Menstruasi itu normal dan sehat. Jadi, saat menstruasi, kalian bisa beraktivitas seperti biasa. Yang terpenting, jaga kebersihan diri agar menstruasi tak mengganggu.

Setiap orang memiliki awalan menarke yang berbeda-beda. Tak perlu minder saat teman-teman sudah mendapatkan mens dan kalian belum. Kan rentang menarke 10–15 tahun!

Pada setahun pertama, jadwal menstruasi sering kali belum teratur. Kadang datang setiap dua bulan, kadang datang lebih cepat.

Agar tak kaget atau menebak-nebak jadwal menstruasi, kalian bisa memanfaatkan aplikasi kalender menstruasi yang diunduh di smartphone. Aplikasi ini memperkirakan jadwal mens selanjutnya dan membagikan tip praktis.

Pada masa pubertas, jangan memaksakan diri melakukan diet, kecuali atas perintah dokter. Sebab, asupan gizi yang tak baik bisa mengganggu pertumbuhan hingga jadwal mens.

SEBAIKNYA DILAKUKAN KETIKA MENSTRUASI

MENGURANGI MAKANAN YANG MEMICU KEMBUNG

Untuk mencegah perut terasa tak nyaman, kurangi makanan dan minuman dengan kandungan gula dan garam tinggi.

TETAP MELAKUKAN AKTIVITAS RINGAN

Siapa bilang mens berarti rebahan terus? Yoga atau olahraga ringan justru bisa mengurangi keluhan nyeri dan kecapekan lho!

MENGONSUMSI MAKANAN BERGIZI SEIMBANG

Mens bukan alasan untuk makan cokelat, gorengan, atau minum boba tea banyak-banyak. Makanan bergizi seimbang tetap diperlukan agar tubuh tetap fit. Juga, minum air cukup.

Baca Juga: Kasus Penularan Covid-19 di Hotel Mewah Orchard Singapura jadi Misteri

KOMPRES AIR HANGAT

Mengompres area perut dengan air hangat cukup ampuh mengurangi nyeri. Jika nyeri belum mereda, konsultasikan dengan dokter untuk mengonsumsi obat penghilang nyeri.

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Asli