Solidaritas Warga di Tengah Pandemi

katadata.co.id | Infografis | Published at 20/07/2021 11:00
Solidaritas Warga di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 yang melanda tanah air melahirkan solidaritas warga untuk saling membantu. Beragam inisiatif dilakukan di tengah keterbatasan pemerintah dalam menangani pagebluk yang sudah terjadi satu setengah tahun.

Ada yang dilakukan secara virtual, seperti layanan konsultasi dokter atau psikolog gratis. Begitu pula para figur publik yang memberikan jasa iklan ( endorse ) gratis bagi pelaku usaha kecil yang terimbas pandemi. Di samping juga dilakukan penggalangan dana dan bantuan bahan pokok bagi orang-orang yang sedang melakukan isolasi mandiri.

Sementara dalam lingkup non-virtual, solidaritas ditunjukkan dengan saling meringankan beban. Ada yang membuat dan membagikan alat perlindungan diri (APD). Banyak relawan yang memfasilitasi tempat isolasi mandiri, serta membuka layanan peminjaman tabung oksigen.

Tak hanya itu, masyarakat ikut turun tangan pula dalam pembuatan peti mati hingga pemulasaraaan dan pemakaman jenazah Covid-19. (Baca: Terdorong Pandemi, Pembayaran Zakat di GoPay Naik 3 Kali Lipat)

Pirac bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Dompet Dhuafa melakukan pemetaan sosial solidaritas masyarakat. Dalam risetnya, lebih dari setengah atau 53,5% bantuan diberikan pada sektor kesehatan. Perhatian selanjutnya disalurkan pada sektor logistik (33,1%), pemberdayaan ekonomi (7%), pendidikan (1,4%), dan lainnya (5%).

Berbagai tindakan warga ini merupakan respons atas pemerintah yang lamban, kurang efektif, serta kebijakan yang membingungkan mendorong masyarakat untuk bergerak spontan atas dasar kemanusiaan. (Baca: Libatkan Deddy Corbuzier, Indonesia Pasti Bisa Ajak Donasi Covid-19)

Di saat pemerintah memikirkan kebijakan bantuan sosial dan penanganan pandemi, masyarakat sudah bergerak terlebih dahulu untuk memberikan bantuan, ujar Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Jamal Wiwoho, dikutip dari Kompas .

Meski demikian, pemerintah tetap perlu mendorong gerakan akar rumput ini. Caranya dengan mengakui dan memfasilitasi keberadaan relawan, serta membantu mencegah penyalahgunaan juga penipuan.

Artikel Asli