Lindungi Anak-anak dari Bahaya Covid-19

katadata.co.id | Infografis | Published at 28/06/2021 06:59
Lindungi Anak-anak dari Bahaya Covid-19

Gerakan Media Lawan Covid-19 kembali meluncurkan konten edukasi bersama terkait upaya mencegah penularan Covid-19 pada anak-anak. Mengingat, jumlah kasus Covid-19 yang dialami anak-anak semakin meningkat.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Arman B. Pulungan telah memberikan alarm keras terkait hal tersebut. Saat ini, satu dari delapan kasus konfirmasi Covid-19 adalah anak-anak yang berusia antara 0-18 tahun. Angka kematian dari jumlah anak yang terkonfirmasi Covid-19 berkisar antara 3-5 persen di mana sekitar 50 persennya merupakan balita.

Oleh karena itu, Arman mengatakan, IDAI menghimbau untuk semua kegiatan yang melibatkan anak usia 0-18 tahun diselenggarakan secara daring. Orang tua atau pengasuh juga harus mengawasi anaknya saat beraktivitas daring maupun luring.

Hindari membawa anak keluar rumah kecuali dalam keadaan mendesak, katanya seperti dikutip dari kanal YouTube IDAI TV .

Selain itu, ia menambahkan, saat berkegiatan di luar rumah sebaiknya menghindari area dengan ventilasi tertutup. Protokol kesehatan juga harus dijalankan secara disiplin ketika di dalam rumah maupun di luar rumah.

Ketika orang tua tidak taat protokol, kasihan anaknya, ujarnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, kasus Covid-19 yang menimpa anak-anak kian meningkat. Data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per 23 Juni menunjukkan ada 250.610 kasus Covid-19 pada anak.

Secara kumulatif, kasus tertinggi ada pada anak kelompok usia 7-12 tahun (28,02 persen). Diikuti kelompok usia 16-18 tahun sebanyak 25,23 persen dan kelompok usia 13-15 tahun sebesar 19,92 persen. Namun, angka kematian tertinggi ada pada kelompok usia 0-2 tahun.

#MediaLawanCovid19 adalah sebuah inisiatif bersama kalangan media untuk menyebarkan berbagai konten edukatif secara masif dalam upaya memerangi penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Inisiatif ini pada awalnya diikuti oleh sekitar 100 jaringan media nasional dan daerah dalam berbagai platform, yaitu televisi, radio, media cetak, media siber serta media sosial.

Inisiatif ini muncul secara spontan dari kalangan media dan bersifat independen, tanpa terafiliasi dan dibiayai oleh pihak mana pun. Dengan begitu, kerja-kerja jurnalistik tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya, dengan tetap menjunjung asas independensi.

Melalui kerja berjaringan ini, diharapkan berbagai pesan penting dalam upaya memerangi penyebaran virus Covid-19 dapat tersebar luas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara cepat. Hal ini menjadi amat penting, karena penyebaran Covid-19 tampaknya semakin random dan luas. Sementara, kesadaran publik belum terbangun secara sistematis.

Artikel Asli