Tali Masker, Modis tapi Berbahaya

katadata.co.id | Infografis | Published at 28/06/2021 06:27
Tali Masker, Modis tapi Berbahaya

Salah satu cara mengurangi risiko tertular virus corona adalah dengan menggunakan masker. Namun penggunaannya yang tak tepat justru dapat menyebabkan virus terhirup ke dalam tubuh kita.

Misalnya dalam penggunaan tali masker (mask strap) yang berisiko tinggi karena virus akan mudah masuk ketika masker digantung dan dibiarkan terbuka. Sejumlah bahaya mengincar ketika masker tergantung, baik melalui tali maupun tergantung tanpa terlindung di leher. (Baca: Ada 5.713 RT Rawan Covid-19 di DKI Jakarta)

Kedua hal ini dapat menjadi sumber infeksi bagi orang sekitarnya, maupun terpapar droplet dan aerosol dari lingkungan, dan dapat terhirup, (sehingga) menjadi sumber infeksi bagi pemakainya, ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Masker yang tergantung akan mengurangi tingkat kebersihannya. Sebab masker sisi dalam telah terkontaminasi droplet. Selain itu, area yang sama rawan terpapar virus dan kotoran dari luar. Akibatnya, masker tersebut dapat berisiko menginfeksi diri sendiri dan orang lain. (Baca: Kasus Covid-19 Menurun, India Longgarkan Aturan)

Cara lain dapat dilakukan untuk menjaga masker agar tetap higienis. Masker dapat disimpan dalam kantong, seperti amplop, kantong plastik, serta wadah lain yang dapat dibuka dan ditutup rapat. Selanjutnya, pisahkan kantong masker bersih dan kotor agar tak terkontaminasi.

Dalam memakai masker pun terdapat sejumlah metode, agar barang tersebut tetap bersih dan mengurangi risiko menyebarnya virus juga partikel lainnya. Langkah pertama adalah mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh tali masker. Masukkan masker ke kantong bersih. Masker perlu diganti tiap empat jam. Apabila masker sudah mulai kotor dan basah, wajib untuk menggantinya. Demi keamanan, bawa masker cadangan.

Artikel Asli