Kapolri Bertemu Kepala BPOM, Bahas Pengawasan Obat hingga Keamanan Pangan MBG

Kapolri Bertemu Kepala BPOM, Bahas Pengawasan Obat hingga Keamanan Pangan MBG

Terkini | inews | Senin, 2 November 2026 - 13:59
share

JAKARTA, iNews.id - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bertemu Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu, mulai dari penyalahgunaan obat-obatan hingga peredaran kratom.

“Pagi hari ini, kami mendapatkan kunjungan dan sekaligus audiensi dari Bapak Kepala BPOM RI beserta jajaran,” kata Suyudi.

Suyudi menjelaskan, pertemuan yang berlangsung tertutup itu membahas penyalahgunaan obat-obatan tertentu, penggunaan rokok elektrik atau vape, peredaran kratom, hingga pengawasan pangan.

“Juga pangan yang perlu kita awasi kaitannya dengan program nasional MBG,” ujar Suyudi.

Dalam pertemuan tersebut, Polri dan BPOM sepakat memperkuat kerja sama untuk mengawasi berbagai persoalan tersebut. Penguatan kolaborasi mencakup pertukaran informasi, peningkatan pengawasan, hingga penegakan hukum.

Pada kesempatan yang sama, Taruna mengatakan kerja sama kedua lembaga juga akan menyasar penyalahgunaan sejumlah obat, seperti tramadol, heksamin, dan ketamin. Menurutnya, obat-obatan tersebut membutuhkan pengawasan agar peredarannya sesuai dengan ketentuan dan izin edar.

“Bahkan juga komitmen kami yang berhubungan dengan adanya obat bahan alam, sebetulnya belum obat bahan alam, tapi sumber alam kita berupa kratom yang punya potensi dikembangkan, tetapi bisa juga disalahgunakan,” ucap Taruna.

Selain pengawasan obat, BPOM dan Polri membahas pengawasan program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.

Terkait Koperasi Merah Putih, Taruna mengatakan BPOM mendapat tugas melakukan pendampingan sekaligus pengawasan terhadap apotek, fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), serta pangan olahan yang dijual di gerai koperasi.

“Tentu itu membutuhkan pengawasan yang ketat yang tentu perlu bersinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia,” tutur Taruna.

Topik Menarik