Mengenal Sistem Pertahanan Patriot yang Digunakan Arab Saudi Cegat Rudal Houthi

Mengenal Sistem Pertahanan Patriot yang Digunakan Arab Saudi Cegat Rudal Houthi

Terkini | inews | Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:26
share

JAKARTA, iNews.id - Patriot merupakan salah satu sistem pertahanan udara paling canggih di dunia. Sistem buatan Amerika Serikat (AS) ini mampu mencegat rudal balistik, rudal jelajah, hingga pesawat musuh. Namun, senjata secanggih ini tidak dapat menjamin perlindungan sepenuhnya dari serangan.

Arab Saudi menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sebuah rudal balistik Houthi yang mengarah ke Riyadh pada Senin (12/10/2026) malam. Dua rudal lainnya yang menargetkan pangkalan militer di Khamis Mushait juga berhasil dicegat pada keesokan pagi.

Namun kondisi berbeda terjadi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada pekan lalu. Serangkaian serangan rudal Houthi terhadap bandara tersibuk kedua di Arab Saudi itu merenggut belasang nyawa, termasuk jemaah umrah. 

Rentetan serangan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana rudal dan drone bisa menembus wilayah udara yang dijaga ketat, meski telah dilindungi sistem pencegat modern, seperti Patriot yang digunakan Saudi.

Jawabannya terletak pada perbedaan cara senjata terbang, kecepatan pendeteksiannya, serta keterbatasan teknologi pertahanan udara.

Apa Itu Sistem Rudal Patriot?

Patriot merupakan sistem pertahanan udara dan rudal berbasis darat yang dapat dipindahkan. Sistem ini dikembangkan di Amerika Serikat dan dioperasikan sejumlah negara, termasuk Arab Saudi.

Patriot terdiri atas radar berkemampuan tinggi, perangkat komando dan kendali, peluncur, serta rudal pencegat.

Radar bertugas mendeteksi dan melacak ancaman yang datang. Sementara itu, komputer menghitung peluang pencegatan dan mengarahkan rudal menuju sasaran.

Awalnya, Patriot dikembangkan untuk menghancurkan pesawat musuh. Namun, sistem ini telah mengalami peningkatan selama puluhan tahun agar mampu menghadapi rudal yang semakin canggih.

Jenis Rudal Apa Saja yang Bisa Dicegat Patriot?

Patriot mampu menghadapi sejumlah ancaman di udara.

1. Rudal balistik

Rudal balistik melesat ke ketinggian tinggi sebelum turun menuju sasaran dengan kecepatan sangat tinggi. Rudal pencegat modern PAC-3 dirancang untuk menghancurkan jenis rudal balistik tertentu pada fase akhir penerbangannya.

2. Rudal jelajah

Rudal jelajah terbang melalui atmosfer, sering kali pada ketinggian rendah. Patriot dapat mencegat rudal jenis ini apabila ancamannya terdeteksi dan terlacak tepat waktu.

3. Pesawat

Patriot dapat menyerang jet tempur musuh dan pesawat militer lainnya.

4. Drone

Sejumlah drone dapat dicegat oleh Patriot. Namun, sasaran berukuran kecil yang terbang rendah menjadi tantangan tersendiri bagi sistem pertahanan udara.

Apa yang Membedakan PAC-3 dari Versi Sebelumnya?

Rudal pencegat PAC-2 generasi lama menggunakan hulu ledak eksplosif yang melepaskan pecahan di dekat sasaran yang datang.

Sebaliknya, keluarga rudal PAC-3 yang lebih baru menggunakan teknologi hit-to-kill, yakni menghancurkan ancaman dengan menabraknya secara langsung pada kecepatan tinggi.

Versi yang telah ditingkatkan, PAC-3 Missile Segment Enhancement (MSE), menawarkan kemampuan manuver lebih baik dan cakupan wilayah perlindungan lebih luas dibandingkan versi sebelumnya.

Kemampuan tersebut membuat Patriot sangat efektif untuk menghadapi jenis rudal balistik berkecepatan tinggi tertentu.

Bisakah Patriot Menghentikan Rudal Hipersonik?

Sebagian bisa, tetapi tidak semuanya.

Senjata hipersonik melaju dengan kecepatan lebih dari Mach 5, atau lima kali kecepatan suara.

Sejumlah rudal balistik mencapai kecepatan hipersonik ketika turun menuju sasaran. Patriot dirancang untuk mencegat sebagian ancaman tersebut.

Ukraina pernah melaporkan penggunaan Patriot untuk menghancurkan rudal Kinzhal milik Rusia.

Namun, senjata hipersonik dengan kemampuan manuver tinggi tetap sulit dicegat. Penyebabnya, senjata tersebut dapat mengubah arah ketika melaju dengan kecepatan ekstrem.

Mengapa Rudal dan Drone yang Terbang Rendah Sulit Dihentikan?

Salah satu kendala utamanya adalah cakrawala radar (radar horizon).

Karena permukaan Bumi melengkung, radar berbasis darat tidak dapat mendeteksi setiap objek yang terbang rendah dari jarak jauh.

Rudal jelajah dan drone yang terbang dekat permukaan tanah dapat berada di bawah jangkauan deteksi radar hingga mendekati sasaran. Akibatnya, sistem pertahanan udara mungkin baru mendeteksi ancaman ketika waktu untuk merespons sudah sangat terbatas.

Kondisi medan dan bangunan juga dapat mempersulit pendeteksian sehingga mempersempit waktu yang tersedia bagi pasukan pertahanan untuk mengambil tindakan.

Selain itu, drone berukuran kecil dapat memiliki pantulan radar yang lemah sehingga lebih sulit diidentifikasi.

Bisakah Patriot Kewalahan Menghadapi Serangan Bertubi-tubi?

Ya. Serangan besar yang terkoordinasi dapat membebani, bahkan jaringan pertahanan udara yang canggih sekalipun.

Satu baterai Patriot memiliki jumlah rudal pencegat siap tembak yang terbatas. Pengisian ulang amunisi juga membutuhkan waktu.

Ketika banyak rudal dan drone datang secara bersamaan, pasukan pertahanan harus melacak sejumlah ancaman sekaligus dan menentukan sasaran mana yang harus dicegat.

Kondisi tersebut membuat kemampuan pertahanan udara tidak hanya bergantung pada kecanggihan rudal pencegat, tetapi juga pada kemampuan radar mendeteksi ancaman, kecepatan pengambilan keputusan, ketersediaan amunisi, serta koordinasi antarsistem pertahanan.

Dengan demikian, keberadaan Patriot tidak otomatis membuat suatu wilayah kebal terhadap serangan rudal dan drone. Ancaman yang datang dari ketinggian rendah, memiliki karakteristik sulit dideteksi, atau diluncurkan secara serentak dapat memperbesar tantangan bagi sistem pertahanan udara.

Topik Menarik