12 Sineas Indonesia Hadir di Busan International Film Festival 2026, Arya Saloka hingga Reza Rahadian

12 Sineas Indonesia Hadir di Busan International Film Festival 2026, Arya Saloka hingga Reza Rahadian

Seleb | inews | Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:03
share

JAKARTA, iNews.id - Busan International Film Festival atau BIFF 2026 menjadi panggung penting bagi perfilman Indonesia. Tak hanya membawa sejumlah film Tanah Air ke Korea Selatan, sederet aktor, sutradara, dan produser Indonesia juga hadir langsung dalam festival yang berlangsung pada 6-15 Oktober 2026 tersebut.

Sedikitnya 12 sineas Indonesia tercatat hadir dalam rangkaian BIFF 2026. Mereka datang membawa film-film Indonesia yang masuk dalam sejumlah program resmi festival, mulai dari Competition hingga A Window on Asian Cinema.

Kehadiran para sineas sekaligus memperlihatkan semakin luasnya kiprah perfilman Indonesia di festival internasional.

Berikut 12 sineas Indonesia yang hadir langsung di Busan International Film Festival 2026. Siapa saja mereka? Berikut daftar selengkapnya.

12 Sineas Indonesia Hadiri BIFF 2026

1. Arya Saloka

Arya Saloka menjadi salah satu aktor Indonesia yang hadir di Busan untuk memperkenalkan film Empat Musim Pertiwi atau Four Seasons in Java.

Dalam film garapan Kamila Andini tersebut, Arya Saloka menjadi salah satu pemeran utama. Dia hadir bersama Putri Marino, Christine Hakim, Kamila Andini, dan produser Ifa Isfansyah dalam rangkaian kegiatan BIFF 2026.

Kehadiran Arya semakin menarik perhatian karena Empat Musim Pertiwi merupakan film yang dipilih sebagai wakil Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di Academy Awards atau Oscar 2027.

BIFF memasukkan film tersebut ke program A Window on Asian Cinema. Film berdurasi 137 menit itu merupakan produksi Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia.

2. Reza Rahadian

Reza Rahadian turut hadir di Busan sebagai bagian dari delegasi film The Sea Speaks His Name atau Laut Bercerita.

Reza memerankan tokoh Laut dalam film garapan Yosep Anggi Noen tersebut. Dia hadir di karpet merah pembukaan BIFF 2026 bersama sejumlah pemain lainnya, termasuk Eva Celia dan Yunita Siregar.

The Sea Speaks His Name masuk program Competition BIFF 2026 dan menjalani world premiere di festival tersebut.

Film ini diadaptasi dari novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori dan mengangkat kisah tentang mahasiswa yang terlibat dalam gerakan perlawanan pada masa Orde Baru hingga mengalami penghilangan paksa.

3. Putri Marino

Putri Marino juga hadir langsung di Busan untuk membawa Empat Musim Pertiwi ke hadapan penonton internasional.

Dalam film tersebut, Putri memerankan Pertiwi, seorang perempuan yang kembali ke kampung halamannya setelah 20 tahun.

Kepulangan Pertiwi tidak berjalan mudah. Dia justru menghadapi penolakan dari masyarakat dan keluarganya karena masa lalu yang pernah membuatnya menjalani hukuman penjara.

Bagi Putri, BIFF 2026 juga menjadi kesempatan untuk kembali hadir di festival tersebut setelah sebelumnya datang pada 2023 melalui film Gadis Kretek.

4. Christine Hakim

Christine Hakim menjadi salah satu nama paling menonjol dalam delegasi Indonesia di BIFF 2026.

Aktris senior tersebut terlibat dalam tiga film Indonesia yang masuk program festival tahun ini, yakni The Sea Speaks His Name, IBUKU, dan Empat Musim Pertiwi.

Christine juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Empat Musim Pertiwi di BIFF bersama Putri Marino, Arya Saloka, Kamila Andini, dan Ifa Isfansyah.

Kehadiran Christine di Busan sekaligus memperlihatkan panjangnya perjalanan aktris tersebut di panggung perfilman internasional.

5. Eva Celia

Eva Celia turut hadir sebagai bagian dari delegasi The Sea Speaks His Name.

Eva menjadi salah satu pemeran dalam film Yosep Anggi Noen tersebut dan tampil bersama Reza Rahadian serta Yunita Siregar dalam rangkaian karpet merah BIFF 2026.

Film tersebut menjadi salah satu karya Indonesia yang bersaing dalam program Competition.

6. Yunita Siregar

Yunita Siregar juga hadir di Busan bersama rombongan The Sea Speaks His Name.

Dalam film tersebut, Yunita menjadi salah satu pemeran yang menghidupkan kisah tentang perjuangan mahasiswa dan keluarga korban penghilangan paksa pada era Orde Baru.

Kehadirannya bersama Reza Rahadian dan Eva Celia membuat delegasi film tersebut menjadi salah satu representasi Indonesia yang mencuri perhatian pada pembukaan BIFF 2026.

7. Kamila Andini

Kamila Andini hadir sebagai sutradara Empat Musim Pertiwi.

Film tersebut menjadi salah satu karya penting Indonesia di BIFF 2026 karena masuk program A Window on Asian Cinema sekaligus sedang menjalani perjalanan internasional sebagai wakil Indonesia menuju Oscar 2027.

Kamila sebelumnya dikenal melalui sejumlah film yang mendapat perhatian di festival internasional, termasuk Yuni dan Nana.

Di Busan, dia hadir bersama para pemeran dan produser Empat Musim Pertiwi dalam sejumlah agenda festival.

8. Ifa Isfansyah

Ifa Isfansyah hadir sebagai produser Empat Musim Pertiwi.

Bersama Kamila Andini dan para pemeran, Ifa mengikuti rangkaian kegiatan BIFF 2026 yang berkaitan dengan pemutaran film tersebut.

Empat Musim Pertiwi sebelumnya juga telah menjalani pemutaran perdana internasional di Toronto International Film Festival 2026.

Kini, film tersebut melanjutkan perjalanan festivalnya di Busan sebelum memasuki rangkaian kampanye menuju Oscar 2027.

9. Yosep Anggi Noen

Yosep Anggi Noen hadir di Busan membawa The Sea Speaks His Name.

Film tersebut menjadi salah satu dari karya Indonesia yang masuk Competition BIFF 2026 dan menjalani world premiere di festival tersebut.

Yosep dikenal melalui karya-karya yang kerap mengangkat persoalan sosial, sejarah, politik, dan kehidupan masyarakat dengan pendekatan sinematik yang kuat.

The Sea Speaks His Name menjadi salah satu karya terbarunya yang mempertemukan sejumlah aktor besar Indonesia, termasuk Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim, Eva Celia, dan Yunita Siregar.

10. Gita Fara

Gita Fara hadir sebagai produser The Sea Speaks His Name.

Kehadirannya melengkapi delegasi film tersebut di BIFF 2026 bersama Yosep Anggi Noen dan para pemain.

Masuknya The Sea Speaks His Name ke Competition menjadi pencapaian penting karena film tersebut mendapat kesempatan untuk dipertontonkan pertama kali kepada publik dunia melalui salah satu festival film terbesar di Asia.

11. Eddie Cahyono

Eddie Cahyono hadir ke Busan membawa IBUKU.

Film tersebut masuk Competition BIFF 2026 dan menjalani world premiere di festival.

IBUKU merupakan film Indonesia-Jepang yang dibintangi Christine Hakim, Ayushita, Landung Simatupang, Tika Bravani, Naomi Srikandi, dan Rendra Bagus.

Film tersebut berkisah tentang Sumiati, seorang ibu yang berusaha menyelamatkan putrinya, Sri, yang bekerja sebagai pekerja migran di Arab Saudi dan menghadapi ancaman hukuman mati.

Bagi Eddie, BIFF menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan internasional IBUKU.

12. Tika Bravani

Tika Bravani juga hadir dalam rangkaian BIFF 2026 sebagai bagian dari tim IBUKU.

Selain terlibat sebagai salah satu pemain, Tika juga tercatat sebagai produser film tersebut.

IBUKU menjadi salah satu dari dua film Indonesia yang masuk program Competition BIFF 2026 bersama The Sea Speaks His Name.

Kehadiran Tika sekaligus memperkuat representasi tim produksi Indonesia di salah satu kompetisi utama festival.

BIFF 2026 sendiri berlangsung pada 6-15 Oktober 2026 di Busan, Korea Selatan. Festival tahun ini menampilkan ratusan film dari berbagai negara dan menjadi salah satu ajang penting bagi sineas Asia untuk memperkenalkan karya mereka kepada penonton internasional.

Bagi perfilman Indonesia, kehadiran 12 sineas tersebut menjadi bagian dari kiprah yang lebih luas. Empat film Indonesia hadir dalam program resmi BIFF 2026, yakni The Sea Speaks His Name, IBUKU, Empat Musim Pertiwi, dan αLPα.

Khusus Empat Musim Pertiwi, perhatian terhadap film tersebut semakin besar karena karya Kamila Andini itu tidak hanya tampil di Busan, tetapi juga telah ditetapkan sebagai wakil Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di Oscar 2027.

Sementara itu, The Sea Speaks His Name dan IBUKU mendapat kesempatan berkompetisi dalam Competition, sedangkan αLPα karya Dhiwangkara Seta tampil dalam program Wide Angle – Asian Short Film Competition.

Kehadiran para aktor dan sineas Indonesia secara langsung di Busan pun menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lebih jauh karya, cerita, dan wajah baru perfilman Tanah Air kepada industri film internasional.

Topik Menarik