Arrmanatha Nasir Jadi Menlu, DPR Titip Pesan soal Palestina hingga Perlindungan WNI

Arrmanatha Nasir Jadi Menlu, DPR Titip Pesan soal Palestina hingga Perlindungan WNI

Terkini | inews | Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:40
share

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyampaikan sejumlah harapan kepada Arrmanatha Nasir yang baru dilantik sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) menggantikan Sugiono. Berbekal pengalaman panjang sebagai diplomat karier, Arrmanatha diharapkan mampu memperkuat diplomasi Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

"Beliau diplomat karier dengan pengalaman panjang, termasuk di PBB. Ini modal penting untuk memimpin Kemlu di tengah situasi internasional yang semakin rumit,” kata Sukamta dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (3/10/2026).

Sukamta berharap Arrmanatha dapat memperkuat peran Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dalam merumuskan dan mengawal kebijakan luar negeri Presiden. Kapasitas diplomat Indonesia, menurutnya, harus dimanfaatkan secara optimal agar setiap kebijakan dan kesepakatan internasional memiliki kajian yang matang, posisi yang jelas, serta tindak lanjut yang terukur.

“Koordinasi antarkementerian juga harus kuat karena banyak persoalan luar negeri berkaitan langsung dengan ekonomi, pertahanan, dan kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Sukamta juga menekankan pentingnya menjaga prinsip politik luar negeri bebas aktif sebagai fondasi kemandirian Indonesia dalam mengambil keputusan.

“Politik luar negeri bebas aktif harus menjaga kemandirian Indonesia dalam mengambil keputusan. Kita perlu mampu bekerja sama dengan berbagai negara sekaligus tegas mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasional,” tegasnya.

Dia turut menyoroti sejumlah agenda yang perlu menjadi perhatian Menlu baru, mulai dari perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri hingga diplomasi ekonomi yang mampu memperkuat industri nasional dan membuka lapangan kerja di dalam negeri.

Sukamta juga meminta Indonesia tetap konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

“Untuk Palestina, bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi harus berjalan seiring dengan perjuangan mengakhiri pendudukan dan mewujudkan negara Palestina yang merdeka,” tutur legislator PKS itu.

Selain itu, Indonesia diharapkan semakin aktif menggerakkan ASEAN menuju kerja sama yang lebih produktif, terutama di sektor industri, energi, dan ketahanan pangan.

“Ukuran keberhasilan diplomasi harus terlihat pada hasilnya: warga kita terlindungi, kedaulatan terjaga, peluang ekonomi bertambah, dan Indonesia semakin mampu ikut menyelesaikan persoalan dunia. Komisi I tentu siap bekerja bersama sekaligus menjalankan pengawasan agar tujuan tersebut tercapai,” pungkasnya.

Topik Menarik