Trump Ungkap Pertemuan Delegasi AS-Iran Berjalan Baik, Bakal Berlanjut

Trump Ungkap Pertemuan Delegasi AS-Iran Berjalan Baik, Bakal Berlanjut

Berita Utama | inews | Kamis, 24 September 2026 - 08:41
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkap pertemuan diam-diam antara delegasi AS dan Iran di sela Sidang Umum PBB di New York berjalan sangat baik. Trump juga mengatakan pembicaraan kedua pihak bakal dilanjutkan dalam waktu dekat.

Pertemuan tersebut berlangsung selama sekitar 3 jam pada Selasa (22/9/2026). Meski tidak membeberkan hasil pembicaraan secara rinci, Trump memastikan pertemuan antara kedua delegasi berlangsung produktif.

"Ini pertemuan yang sangat bagus. Maksudnya, saya harus sampaikan bahwa pertemuan itu sangat bagus. Saya tidak habis pikir mengapa mereka (Iran) tidak mau melakukannya (sebelumnya)," ujar Trump, seperti dikutip dari Anadolu.

Trump kemudian menyebut Iran kini menghadapi pilihan sangat kontras, yakni kehancuran atau peluang untuk mencapai kemajuan besar.

"Di satu sisi ada kehancuran total, dan alternatif lainnya adalah potensi kejayaan. Negara itu bisa menjadi hebat," tuturnya.

Saat ditanya siapa saja yang menghadiri pertemuan tersebut, Trump tidak memberikan jawaban definitif. Dia hanya merujuk kepada utusannya, Steve Witkoff, serta penasihat yang juga menantunya, Jared Kushner.

"Mereka dijadwalkan mengadakan pertemuan lagi dalam waktu dekat," kata Trump.

Sementara itu, pada kesempatan terpisah, Witkoff mengonfirmasi pembicaraan antara delegasi AS dan Iran melalui unggahan di akun X. Dia mengatakan kedua pihak melakukan diskusi panjang di sela-sela Sidang Umum PBB dengan bantuan sejumlah mediator.

"Mereka berhasil menyelesaikan satu putaran diskusi yang kami harap akan terbukti konstruktif dan menjanjikan. Para mediator akan melanjutkan tugas mereka," tulis Witkoff.

Sementara itu menurut laporan The New York Times, delegasi Iran dalam pertemuan tersebut dipimpin Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Pembicaraan disebut dimediasi oleh Pakistan dan Qatar.

Sejumlah sumber menyebut diskusi tersebut berfokus pada upaya mencapai kesepakatan damai baru antara AS dan Iran. Namun, rincian mengenai materi negosiasi maupun kemungkinan kesepakatan belum diungkapkan kepada publik.

Topik Menarik