Khatib Jumat Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Kecam Serangan Houthi ke Makkah
MAKKAH, iNews.id - Khutbah Salat Jumat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Arab Saudi, Jumat (18/9/2026), mengecam serangan kelompok Houthi Yaman ke Kota Makkah pekan ini. Kedua khatib menyebut percobaan serangan terhadap Dua Masjid Suci sebagai kejahatan berat dan penghinaan terhadap nilai-nilai Islam dan kemanusiaan.
Syekh Bandar Baleelah, khatib Salat Jumat di Masjidil Haram, mengatakan keamanan tempat-tempat suci dan nyawa orang tidak bersalah merupakan "garis merah".
Segala tindakan yang bertujuan untuk meneror umat Islam serta berupaya merusak tempat-tempat suci berarti melanggar kesucian lokasi-lokasi tersebut.
"Siapa pun yang berani menargetkan Rumah Allah yang Suci dan Masjid Nabi-Nya, tidak ada kaitannya dengan ajaran Islam," kata Baleelah, seraya menuduh kelompok Houthi menggunakan kedok agama sebagai pembenaran atas tindakan destruktif mereka, seperti dikutip dari Saudi Gazette.
Dia menegaskan, serangan-serangan tersebut tak akan bisa melemahkan tanah tempat berdirinya Dua Masjid Suci menjadi lemah, bahkan sebaliknya.
"Serangan-serangan ini hanya akan membuat tanah Dua Masjid Suci lebih tangguh serta semakin memperkuat persatuan pemimpin dengan rakyat," katanya.
“Arab Saudi akan tetap menjadi kiblat umat Islam, kebal terhadap kebencian orang-orang yang pendendam dan rencana jahat para penghasut.”
Sementara itu dalam khutbah di Masjid Nabawi, Syekh Abdulmohsen Al Qasim mengatakan, serangan Houthi yang menargetkan Makkah dan Madinah menunjukkan pola terorisme, yakni menghalalkan darah umat Islam dan menakut-nakuti orang-orang yang selama ini hidup dalam keamanan.
Rusal sistem pertahanan Arab Saudi pada Selasa (15/9/2026) pukul 18.50 waktu setempat mencegat serangan drone Houthi yang ditujukan ke Kota Makkah. Puing-puing drone jatuh sebelum memasuki Kota Suci.
Serangan Houthi terhadap Makkah merupakan upaya kedua, setelah peluncuran rudal balistik pada Juli 2017.
Sementara itu kelompok Houthi menepis bahwa militernya berupaya menyerang Makkah.
Pemimpin Houthi Abdul Malik Al Houthi menegaskan pihaknya justru berkomitmen melindungi tempat-tempat suci Islam.
Dia berdalih, ancaman nyata terhadap Makkah berasal dari Zionis Israel
"Ancaman nyata adalah musuh Zionis, yang berupaya menargetkan seluruh tempat suci Islam, termasuk Makkah, Madinah, dan Masjid Al Aqsa," ujarnya.










