Serda Ahmad Meninggal Tak Wajar, TNI AU Klaim Bukan Dianiaya tapi Pembinaan Berlebihan

Serda Ahmad Meninggal Tak Wajar, TNI AU Klaim Bukan Dianiaya tapi Pembinaan Berlebihan

Terkini | inews | Minggu, 13 September 2026 - 07:39
share

JAKARTA, iNews.id - TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengeklaim kematian Serda Ahmad Muzammil Farisa bukan disebabkan penganiayaan, melainkan dugaan tindakan pembinaan yang dilakukan secara berlebihan oleh seniornya. Pusat Polisi Militer TNI AU (Puspomau) telah menahan prajurit yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

TNI AU memastikan kasus yang menyebabkan Serda Ahmad meninggal dunia akan diusut hingga tuntas.

”Sudah ditahan (pelakunya), (korban) bukan dianiaya tapi diadakan pembinaan,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana, dikutip Minggu (13/9/2026).

Nyoman menjelaskan, TNI AU masih mendalami bentuk pembinaan yang dilakukan terhadap Serda Ahmad hingga berujung pada kematian. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap fakta dan mengumpulkan alat bukti terkait peristiwa tersebut.

Serda Ahmad meninggal dunia pada Kamis (10/9/2026). TNI AU menegaskan tindakan pembinaan terhadap prajurit tetap harus dilakukan sesuai aturan dan tidak boleh berujung pada pelanggaran hukum.

”Prajurit yang terbukti terlibat akan dimintai pertanggungjawaban dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Bagi TNI AU, tidak ada ruang bagi tindakan yang melanggar hukum, terlebih jika sampai menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Nyoman memastikan proses pemeriksaan dilakukan secara transparan, adil, dan tanpa intervensi.

Sebelumnya, keluarga Serda Ahmad menyebut terdapat luka seperti benturan pada bagian dagu serta lebam di dada yang dinilai seperti bekas pukulan. Dugaan tersebut mencuat setelah Serda Ahmad meninggal dunia di Mess Psikologi Galaksi, Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Topik Menarik